<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5568334694686342665</id><updated>2011-07-15T13:43:08.121-07:00</updated><category term='muamalah'/><category term='memeriksa diri'/><category term='CINTAKU PADA MU WAHAI TUHAN'/><category term='shalat'/><category term='तेरुस bertawakal'/><category term='ANDAPUN BISA'/><category term='मस्लाह मसलाह keimanan'/><category term='memperkokoh keimanan'/><category term='MARI BERPIKIR'/><category term='MENGINGATKAN'/><title type='text'>kuliah tujuh menit</title><subtitle type='html'>KULIAH TUJUH MENIT
BAGI ORANG AWAM 
BIAR SEDIKIT ASAL FAHAM</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://marwan-kultum.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5568334694686342665/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwan-kultum.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>MARWAN DS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02077927262076524313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_0rVbxkBYxCs/R6hiXw_3kHI/AAAAAAAAAA4/MRQCuPHqorg/S220/EDIT.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5568334694686342665.post-4552457785001367217</id><published>2008-03-31T21:43:00.000-07:00</published><updated>2008-03-31T21:56:55.909-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='muamalah'/><title type='text'>सिफत लेमः लेमः LEMBUT</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Saudaraku kaum Muslimin. Kini disekitar kita kekerasan terus terjadi, karena semua orang merasa  benar. Kebenaran adalah pakaian kita sehari-hari tetapi menyampaikan kebenaran harus ada caranya. Rasulullah Saw adalah orang paling lembut dalam menyampaikan amanah dan kepada beliau satu-satunya teladan yang terbaik  bagi kita . Untuk itu mari kita membahas tentang lemah lembut dalam tuntunan agama . Dari mari kita terlebih dahulu menyampaikan puji kepada Allah Swt&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Segala puji bagi Allah sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa,  Maha  Suci  Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara Semoga shalawat dan salam  kepada nabi  Muhammad Saw, juga kepada seluruh keluarga, para sahabatnya  dan pengikutnya.&lt;br /&gt;Kelemah lembutan adalah akhlak mulia. Ia berada diantara dua akhlak yang rendah dan jelek, yaitu kemarahan dan kebodohan. Bila seorang hamba menghadapi masalah hidup-nya dengan kemarahan dan emosional, akan tertutuplah akal dan pikirannya yang akhirnya menimbulkan perkara-perkara yang tidak diridhoi Allah ta’ala dan rasulNya. Dan jika hamba tersebut menyelesaikan masalahnya dengan kebodohan dirinya, niscaya ia akan dihinakan manusia. Namun jika dihadapi dengan ilmu dan kelemah lembutan, ia akan mulia di sisi Allah ta’ala dan makhluk-makhluknya. Orang yang memiliki akhlak lemah lembut, insya Allah akan dapat menyelesaikan problema hidupnya tanpa harus merugikan orang lain dan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;Melatih diri untuk dapat memiliki akhlak mulia ini dapat dimulai dengan menahan diri ketika marah dan mempertimbangkan baik buruknya suatu perkara sebelum bertindak. Karena setiap manusia tidak pernah terpisahkan dari problema hi-dup, jika ia tidak membekali dirinya dengan akhlak ini, niscaya ia gagal untuk menyelesaikan problemanya.&lt;br /&gt;Demikian agungnya akhlak ini sehingga rasullah memuji sahabatnya Asyaj Abdul Qais dengan sabdanya : “Sesungguhnya pada dirimu ada dua perangai yang dicintai Allah yakni sifat lemah lembut (sabar) dan ketenangan (tidak tergesa-gesa)”. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;Akhlak mulia ini terkadang diabaikan oleh manusia ketika amarah telah menguasai diri mereka, sehingga tindakannya pun berdampak negatif bagi dirinya ataupun orang lain. Padahal Rasulullah Saw sudah mengingatkan dari sifat marah yang tidak pada tempatnya, sebagaimana beliau bersabda kepada seorang sahabat yang meminta nasehat : “ Janganlah kamu marah.” Dan beliau mengulanginya berkali-kali dengan bersabda : “Janganlah kamu marah”. (HR. Bukhari). Dari hadits ini diambil faedah bahwa marah adalah pintu kejelekan, yang penuh dengan kesalahan dan kejahatan, sehingga Rasulullah Saw mewasiatkan kepada sahabatnya itu agar tidak marah. Tidak berarti manusia dilarang marah secara mutlak. Namun marah yang dilarang adalah marah yang disebabkan oleh hawa nafsu yang memancing pelakunya bersikap melampaui batas dalam berbicara, mencela, mencerca, dan menyakiti saudaranya dengan kata-kata yang tidak terpuji, yang mana sikap ini menjauhkannya dati kelemahlembutan.&lt;br /&gt;Didalam hadits yang shahih Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam bersabda : “ Bukanlah dikatakan seorang yang kuat itu dengan bergulat, akan tetapi orang yang kuat dalam menahan dirinya dari marah”. (Muttafaqqun′alahi). Ulama telah menjelaskan berbagai cara menyembuhkan penyakit marah yang tercelah yang ada pada seorang hamba, yaitu:&lt;br /&gt;1.                Berdoa kepada Allah, yang membimbing dan menunjuki hamba-hambaNya ke jalan yang lurus dan menghilangkan sifat-sifat jelek dan hina dari diri manusia. Allah ta’alah berfirman : “ Berdoalah kalian kepadaku niscaya akan aku kabulkan.” (Ghafir: 60) 2. Terus-menerus berdzikir pada Allah seperti membaca Al-Quran, bertasbih, bertahlil, dan istigfar, karena Allah telah menjelaskan bahwa hati manusia akan tenang dan tenteram dengan mengingat Allah. Allah berfirman : “Ingatlah dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” ( Ar-Ra′d : 28)3. Mengingat nash-nash yang menganjurkan untuk menahan marah dan balasan bagi orang-orang yang mampu manahan amarahnya sebagaimana sabda nabi shalallahu ‘alaihi wasallam : “ Barangsiapa yang menahan amarahnya sedangkan ia sanggup untuk melampiaskannya, (kelak di hari kiamat) Allah akan memanggilnya di hadapan para makhluq-Nya hingga menyuruhnya memilih salah satu dari bidadari surga, dan menikahkannya dengan hamba tersebut sesuai dengan kemaunnya “ (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani, lihat shahihul jami′ No. 6398). 4. Merubah posisi ketika marah, seperti jika ia marah dalam keadaan berdiri maka hendaklah ia duduk, dan jikalau ia sedang duduk maka hendaklah ia berbaring, sebagaimana sabda rasulullah shalallahu alaihi wa sallam : “ Apabila salah seorang diantara kalian marah sedangkan ia dalam posisi berdiri, maka hendaklah ia duduk. Kalau telah reda/hilang marahnya (maka cukup dengan duduk saja), dan jika belum hendaklah ia berbaring.” (Al-Misykat 5114)&lt;br /&gt;5. Berlindung dari setan dan menghindar dari sebab-sebab yang akan membangkitkan kemarahannya. Demikianlah jalan keluar untuk selamat dari marah yang tercela. Dan betapa indahnya perilaku seorang muslim jika dihiasi dengan kelemahlembutan dan kasih sayang, karena tidaklah kelemahlembutan berada pada suatu perkara melainkan akan membuatnya indah. Sebaliknya bila kebengisan dan kemarahan ada pada suatu urusan niscaya akan menjelekkannya. Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda : “ Tidaklah kelemahlembutan itu berada pada sesuatu kecuali akan membuatnya indah, dan tidaklah kelembutan itu dicabut kecuali akan menjadikannya jelek.” (HR. Muslim).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5568334694686342665-4552457785001367217?l=marwan-kultum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwan-kultum.blogspot.com/feeds/4552457785001367217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5568334694686342665&amp;postID=4552457785001367217&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5568334694686342665/posts/default/4552457785001367217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5568334694686342665/posts/default/4552457785001367217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwan-kultum.blogspot.com/2008/03/lembut.html' title='सिफत लेमः लेमः LEMBUT'/><author><name>MARWAN DS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02077927262076524313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_0rVbxkBYxCs/R6hiXw_3kHI/AAAAAAAAAA4/MRQCuPHqorg/S220/EDIT.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5568334694686342665.post-1124699145793203818</id><published>2008-03-04T05:59:00.001-08:00</published><updated>2008-03-04T06:05:11.490-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='shalat'/><title type='text'>YUK, SHALAT SUBUH BERJAMA’AH</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Kaum&lt;/span&gt; Muslimin yang dirahmati Allah. Jika anda kebetulan membuka internet dan nyasar  masuk ke blog ini kemudian membacanya. Tidak ada kata lain ucapan Alhamdulillah. Ini adalah suatu kurnia Allah kita bertemu dalam bentuk yang lain, tidak dalam bentuk fisik   tetapi  pertemuan dalam dunia maya. Jika anda tadi pagi tidak shalat subuh atau shalat Subuh di rumah atau shalat Subuh tetapi sudah siang. Maka tulisan ini memang untuk anda. Tetapi seandainya jika anda shalat Subuh di Masjid  dapat pula shalat sunat fajar tidak apa anda teruskan membaca tulisan ini, karena paling tidak akan lebih meyakinkan anda bahwa anda benar-benar orang beruntung. Sebelum anda melanjutkan membaca tulisan singkat ini pada tempatnya kita ucapkan “Segala puji bagi Allah yang Maha Mengetahui dan Maha Melihat seluruh isi  alam  ini, dan Dia-lah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. Semoga Shalawat dan  salam dicurahkan kepada nabi  Muhammad Saw, juga kepada seluruh keluarga, para sahabatnya  dan pengikutnya.&lt;br /&gt;Allah Swt berfirman tentang shalat Subuh : “Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat). (Qs Al Israa’ : 78). Karena begitu pentingnya shalat Subuh Rasulullah Saw apabila meragukan keimanan seseorang beliau akan menelitinya pada saat shalat Subuh. Apabila beliau  tidak  mendapati orang tadi shalat Subuh, maka benarlah apa yang beliau ragukan dalam hati. Diceritakan Umar bin Ka’ab ra berkata, Rasulullah Saw pernah shalat Subuh, kemudian berkata, “Apakah kalian menyaksikan si Fulan shalat? Mereka menjawab, Tidak. Beliau berkata lagi si Fulan? Mereka menjawab, Tidak. Maka beliau berkata : “ Sesungguhnya dua shalat ini (Subuh dan Isya) adalah shalat yang berat bagi orang munafik. Sesungguhnya, apabila mereka mengetahui apa yang  ada dalam shalat Subuh dan Isya, maka mereka akan mendatanginya, sekalipun dengan merangkak (HR Ahmad  &amp;amp; An Nasai).&lt;br /&gt;Tentunya, jika ada orang yang menyebut anda termasuk golongan munafik sudah pasti anda tidak akan terima dan mungkin anda akan marah.  Seandainya saya tahu anda shalat di rumah atau tidak shalat tadi pagi saya pun tidak berani untuk mengatakan anda munafik. Karena munafik atau tidak, adalah urusan tiap individu dengan Tuhannya. Tidak ada manusia manapun di dunia ini memiliki  wewenang  untuk menghukumi orang dengan sebutan ini munafik. Allah Maha Tahu akan kondisi setiap muslim. Saya sama sekali tidak bermaksud menambah beban hidup anda, atau membebani anda dengan sesuatu yang tidak mampu dikerjakan. Demi Allah, saya hanya berbicara tentang hakikat syari’at. Tetapi ada baiknya juga pada kesempatan ini saya mengajak anda untuk shalat Subuh berjama’ah ke masjid. Jika anda di depan saya maka saya katakan  “ Yuk, kita shalat Subuh berjamaa’ah ke Masjid.” Mengapa ajakan ini begitu penting di dalam kehidupan kita sebagai umat Islam. Inilah jawabannya.&lt;br /&gt;Shalat  Subuh   merupakan  salah satu ujian yang berat kaum muslimin. Saya yakin anda telah sering melakukan shalat Subuh berjama’ah di masjid, apalagi pada bulan Ramadhan anda terus menerus melakukan shalat Subuh berjama’ah di masjid. Kini jika anda lalai melaksanakannya itu berarti anda sedang diuji oleh Allah.  Nilai tertinggi dalam ujian ini, bagi seorang laki laki adalah shalat Subuh secara berjamaah di masjid. Sedangkan bagi perempuan, shalat Subuh tepat waktunya dirumah. Manusia dianggap gagal dalam ujian penting ini, manakala shalat tidak tepat waktu. Tentang ujian kepada hambanya Allah Swt berfirman : “Dialah yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (Qs Al Mulk : 2).&lt;br /&gt;Ujian merupakan bagiab penting dalam , seorang mukmin harus lulus dalam semua ujian itu untuk membuktikan kebenaran imannya, dan untuk menyelaraskan antara hati, lisan dan amalannya.&lt;br /&gt;Keutamaan shalat Subuh&lt;br /&gt;Dalam kolom yang sedikit ini disampaikan beberapa keutamaan  shalat Subuh berjamaah antara lain :&lt;br /&gt;·        Malaksanakan shalat Subuh akan mendapat pahala tanpa batas. Dalam suatu hadits yang diriwayatkan Muslim dari Ustman bin Affan ra berkata, Rasulullah Saw bersabda : “Barangsiapa yang shalat Isya berjamaah maka seakan-akan dia telah shalat setengah malam. Dan barangsiapa shalat Subuh berjamaah (atau dengan shalat Isya, seperti yang tertera dalam hadits Abu Dawud dan Tirmizi) maka seakan-akan dia telah melaksanakan shalat malam satu malam penuh. Dengan karunia   Nya, Allah Swt memberi pahala yang besar jika kita melaksanakan shalat Subuh dan Isya’ berjamaah. Dan kita mengetahui bahwa pahala shalat malam sangat besar dan agung. Tapi pahala shalat Subuh berjamaah jauh lebih mulia, sehingga. Sahabat Umar ra berkata “ Sungguh, ikut serta dalam shalat Subuh berjamaah itu lebih baik bagi saya dari pada shalat malam.”&lt;br /&gt;·        Disetiap malam terdapat saat-saat terkabulnya doa. Kesempatan ini hanya didapati orang-orang yang bangun sebelum Subuh,  Perhatikan hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah ra Rasulullah Saw bersabda :  Allah akan turun ke langit bumi setiap malam, ketika malam tinggal sepertiga terakhir. Dia berkata, ‘mana hambaKu yang berdoa, untuk Aku kabulkan (doanya)? Mana hamba-Ku yang meminta kepada-KU untuk Aku penuhi (permintaannya)? Mana hamba-KU yang beristighfar, untuk Aku ampuni (dosanya) (HR Bukhari &amp;amp; Muslim)&lt;br /&gt;·        Orang yang melakukan shalat Subuh akan berada di dalam lindungan Allah. Diriwayatkan dari Jundab bin Syufyan ra bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa yang menunaikan shalat Subuh maka ia berada dalam jaminan Allah. maka jangan coba-coba membuat Allah membuktikan janjiNya. Barangsiapa membunuh orang yang menunaikan shalat Subuh, Allah akan menuntut-nya, sehingga ia akan membenamkan mukanya kedalam neraka (HR Muslim, lafal riwayat Ibnu Majah)                          &lt;br /&gt;Kaum muslimin yang dirahmati Allah. Kini bagaimana rasa anda, jika anda memperbandingkan jumlah  jama’ah shalat Subuh dan shalat Jum’at. Tentu menyedihkan, untuk anda ketahui bahwa di masjid ini tadi pagi jumlah jama’ahnya sedikit sekali mungkin sepuluh atau belasan.  Tadi pagi anda berada dimana? Jika anda merasa prhatin dengan jumlah jama’ah Subuh maka sekali lagi saya katakan ““ Yuk, kita shalat Subuh berjamaa’ah ke Masjid.”&lt;br /&gt;Kini kita tidak perlu lagi berkomentar tentang keutamaan shalat Subuh berjama’ah. Banyak sekali tuntunan yang menguraikan tentang keutamaan shalat Subuh, bahkan penceramah dimana-mana tidak bosan-bosannya terus memberi kabar tentang ini. Tetapi kini yang penting bagaimana melangkahkan kaki ke masjid pada waktu Subuh.&lt;br /&gt;Wallahu ‘alam bi shawwab&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;JIKA ANDA MEMBUTUHKAN BAHAN KULTUM, KUNJUNG  KAMI DI &lt;a href="http://marwan-kultum.blogspot.com/"&gt;http://marwan-kultum.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5568334694686342665-1124699145793203818?l=marwan-kultum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwan-kultum.blogspot.com/feeds/1124699145793203818/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5568334694686342665&amp;postID=1124699145793203818&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5568334694686342665/posts/default/1124699145793203818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5568334694686342665/posts/default/1124699145793203818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwan-kultum.blogspot.com/2008/03/yuk-shalat-subuh-berjamaah_04.html' title='YUK, SHALAT SUBUH BERJAMA’AH'/><author><name>MARWAN DS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02077927262076524313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_0rVbxkBYxCs/R6hiXw_3kHI/AAAAAAAAAA4/MRQCuPHqorg/S220/EDIT.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5568334694686342665.post-2033151081719877627</id><published>2008-03-04T05:59:00.000-08:00</published><updated>2008-03-04T06:05:01.210-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='shalat'/><title type='text'>YUK, SHALAT SUBUH BERJAMA’AH</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Kaum&lt;/span&gt; Muslimin yang dirahmati Allah. Jika anda kebetulan membuka internet dan nyasar  masuk ke blog ini kemudian membacanya. Tidak ada kata lain ucapan Alhamdulillah. Ini adalah suatu kurnia Allah kita bertemu dalam bentuk yang lain, tidak dalam bentuk fisik   tetapi  pertemuan dalam dunia maya. Jika anda tadi pagi tidak shalat subuh atau shalat Subuh di rumah atau shalat Subuh tetapi sudah siang. Maka tulisan ini memang untuk anda. Tetapi seandainya jika anda shalat Subuh di Masjid  dapat pula shalat sunat fajar tidak apa anda teruskan membaca tulisan ini, karena paling tidak akan lebih meyakinkan anda bahwa anda benar-benar orang beruntung. Sebelum anda melanjutkan membaca tulisan singkat ini pada tempatnya kita ucapkan “Segala puji bagi Allah yang Maha Mengetahui dan Maha Melihat seluruh isi  alam  ini, dan Dia-lah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. Semoga Shalawat dan  salam dicurahkan kepada nabi  Muhammad Saw, juga kepada seluruh keluarga, para sahabatnya  dan pengikutnya.&lt;br /&gt;Allah Swt berfirman tentang shalat Subuh : “Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat). (Qs Al Israa’ : 78). Karena begitu pentingnya shalat Subuh Rasulullah Saw apabila meragukan keimanan seseorang beliau akan menelitinya pada saat shalat Subuh. Apabila beliau  tidak  mendapati orang tadi shalat Subuh, maka benarlah apa yang beliau ragukan dalam hati. Diceritakan Umar bin Ka’ab ra berkata, Rasulullah Saw pernah shalat Subuh, kemudian berkata, “Apakah kalian menyaksikan si Fulan shalat? Mereka menjawab, Tidak. Beliau berkata lagi si Fulan? Mereka menjawab, Tidak. Maka beliau berkata : “ Sesungguhnya dua shalat ini (Subuh dan Isya) adalah shalat yang berat bagi orang munafik. Sesungguhnya, apabila mereka mengetahui apa yang  ada dalam shalat Subuh dan Isya, maka mereka akan mendatanginya, sekalipun dengan merangkak (HR Ahmad  &amp;amp; An Nasai).&lt;br /&gt;Tentunya, jika ada orang yang menyebut anda termasuk golongan munafik sudah pasti anda tidak akan terima dan mungkin anda akan marah.  Seandainya saya tahu anda shalat di rumah atau tidak shalat tadi pagi saya pun tidak berani untuk mengatakan anda munafik. Karena munafik atau tidak, adalah urusan tiap individu dengan Tuhannya. Tidak ada manusia manapun di dunia ini memiliki  wewenang  untuk menghukumi orang dengan sebutan ini munafik. Allah Maha Tahu akan kondisi setiap muslim. Saya sama sekali tidak bermaksud menambah beban hidup anda, atau membebani anda dengan sesuatu yang tidak mampu dikerjakan. Demi Allah, saya hanya berbicara tentang hakikat syari’at. Tetapi ada baiknya juga pada kesempatan ini saya mengajak anda untuk shalat Subuh berjama’ah ke masjid. Jika anda di depan saya maka saya katakan  “ Yuk, kita shalat Subuh berjamaa’ah ke Masjid.” Mengapa ajakan ini begitu penting di dalam kehidupan kita sebagai umat Islam. Inilah jawabannya.&lt;br /&gt;Shalat  Subuh   merupakan  salah satu ujian yang berat kaum muslimin. Saya yakin anda telah sering melakukan shalat Subuh berjama’ah di masjid, apalagi pada bulan Ramadhan anda terus menerus melakukan shalat Subuh berjama’ah di masjid. Kini jika anda lalai melaksanakannya itu berarti anda sedang diuji oleh Allah.  Nilai tertinggi dalam ujian ini, bagi seorang laki laki adalah shalat Subuh secara berjamaah di masjid. Sedangkan bagi perempuan, shalat Subuh tepat waktunya dirumah. Manusia dianggap gagal dalam ujian penting ini, manakala shalat tidak tepat waktu. Tentang ujian kepada hambanya Allah Swt berfirman : “Dialah yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (Qs Al Mulk : 2).&lt;br /&gt;Ujian merupakan bagiab penting dalam , seorang mukmin harus lulus dalam semua ujian itu untuk membuktikan kebenaran imannya, dan untuk menyelaraskan antara hati, lisan dan amalannya.&lt;br /&gt;Keutamaan shalat Subuh&lt;br /&gt;Dalam kolom yang sedikit ini disampaikan beberapa keutamaan  shalat Subuh berjamaah antara lain :&lt;br /&gt;·        Malaksanakan shalat Subuh akan mendapat pahala tanpa batas. Dalam suatu hadits yang diriwayatkan Muslim dari Ustman bin Affan ra berkata, Rasulullah Saw bersabda : “Barangsiapa yang shalat Isya berjamaah maka seakan-akan dia telah shalat setengah malam. Dan barangsiapa shalat Subuh berjamaah (atau dengan shalat Isya, seperti yang tertera dalam hadits Abu Dawud dan Tirmizi) maka seakan-akan dia telah melaksanakan shalat malam satu malam penuh. Dengan karunia   Nya, Allah Swt memberi pahala yang besar jika kita melaksanakan shalat Subuh dan Isya’ berjamaah. Dan kita mengetahui bahwa pahala shalat malam sangat besar dan agung. Tapi pahala shalat Subuh berjamaah jauh lebih mulia, sehingga. Sahabat Umar ra berkata “ Sungguh, ikut serta dalam shalat Subuh berjamaah itu lebih baik bagi saya dari pada shalat malam.”&lt;br /&gt;·        Disetiap malam terdapat saat-saat terkabulnya doa. Kesempatan ini hanya didapati orang-orang yang bangun sebelum Subuh,  Perhatikan hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah ra Rasulullah Saw bersabda :  Allah akan turun ke langit bumi setiap malam, ketika malam tinggal sepertiga terakhir. Dia berkata, ‘mana hambaKu yang berdoa, untuk Aku kabulkan (doanya)? Mana hamba-Ku yang meminta kepada-KU untuk Aku penuhi (permintaannya)? Mana hamba-KU yang beristighfar, untuk Aku ampuni (dosanya) (HR Bukhari &amp;amp; Muslim)&lt;br /&gt;·        Orang yang melakukan shalat Subuh akan berada di dalam lindungan Allah. Diriwayatkan dari Jundab bin Syufyan ra bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa yang menunaikan shalat Subuh maka ia berada dalam jaminan Allah. maka jangan coba-coba membuat Allah membuktikan janjiNya. Barangsiapa membunuh orang yang menunaikan shalat Subuh, Allah akan menuntut-nya, sehingga ia akan membenamkan mukanya kedalam neraka (HR Muslim, lafal riwayat Ibnu Majah)                          &lt;br /&gt;Kaum muslimin yang dirahmati Allah. Kini bagaimana rasa anda, jika anda memperbandingkan jumlah  jama’ah shalat Subuh dan shalat Jum’at. Tentu menyedihkan, untuk anda ketahui bahwa di masjid ini tadi pagi jumlah jama’ahnya sedikit sekali mungkin sepuluh atau belasan.  Tadi pagi anda berada dimana? Jika anda merasa prhatin dengan jumlah jama’ah Subuh maka sekali lagi saya katakan ““ Yuk, kita shalat Subuh berjamaa’ah ke Masjid.”&lt;br /&gt;Kini kita tidak perlu lagi berkomentar tentang keutamaan shalat Subuh berjama’ah. Banyak sekali tuntunan yang menguraikan tentang keutamaan shalat Subuh, bahkan penceramah dimana-mana tidak bosan-bosannya terus memberi kabar tentang ini. Tetapi kini yang penting bagaimana melangkahkan kaki ke masjid pada waktu Subuh.&lt;br /&gt;Wallahu ‘alam bi shawwab&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;JIKA ANDA MEMBUTUHKAN BAHAN KULTUM, KUNJUNG  KAMI DI &lt;a href="http://marwan-kultum.blogspot.com/"&gt;http://marwan-kultum.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5568334694686342665-2033151081719877627?l=marwan-kultum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwan-kultum.blogspot.com/feeds/2033151081719877627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5568334694686342665&amp;postID=2033151081719877627&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5568334694686342665/posts/default/2033151081719877627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5568334694686342665/posts/default/2033151081719877627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwan-kultum.blogspot.com/2008/03/yuk-shalat-subuh-berjamaah.html' title='YUK, SHALAT SUBUH BERJAMA’AH'/><author><name>MARWAN DS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02077927262076524313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_0rVbxkBYxCs/R6hiXw_3kHI/AAAAAAAAAA4/MRQCuPHqorg/S220/EDIT.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5568334694686342665.post-1140134630264083639</id><published>2008-02-10T22:21:00.000-08:00</published><updated>2008-02-10T22:38:09.815-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='मस्लाह मसलाह keimanan'/><title type='text'>LIMA UJIAN KEIMANAN</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Saudaraku kamu Muslimin!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Setiap hari kita sering mendengar orang mengatakan “SAYA TELAH BERIMAN”,  dan saya mempunyai keyakinan andapun pernah mengucapkannya. Tetapi persoalannya akan lain bila pernyataan yang diucapkan tidak sesuai dengan ciri orang beriman. Karena iman bukan sekedar kata tetapi dilanjutkan dengan tindakan nyata sesuai dengan ciri orang beriman. Oleh karena itu harus disadari bahwa pernyataan keimanan bukanlah masa sederhana karena ia pasti mendapat ujian. Kali ini “&lt;strong&gt;kuliah tujuh menit bagi orang awam”&lt;/strong&gt; akan membahas “  LIMA &lt;strong&gt;UJIAN KEIMANAN”&lt;/strong&gt; tidak apa kita membahas secara ringkas yang penting  “&lt;strong&gt;biar sedikit asal faham”&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Pada tempatnya kita memulai dengan ucapan “Segala puji bagi Allah yang Maha mengetahui dan Maha Melihat  hamba–hambaNya. Maha Suci Allah yang telah menjadikan di langit bintang-bintang, dan menjadikan pula padanya matahari dan bulan yang bersinar. Ya, Allah curahkanlah rahmat kepada nabi pembawa rahmat, hidayah dan nikmat yang melimpah. Lisannya jujur dalam menyampaikan wahyu  dengan ungkapan yang paling indah. Telinganya adalah kebaikan yang menerima wahyu, lalu menyusunnya dengan isyarat yang amat lembut dan curahkan juga  rahmat kepada keluarga dan sahabatnya serta para pengikutnya.  &lt;br /&gt;Berkenaan dengan ujian bagi orang beriman,  Allah swt berfirman, “&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, (Qs Al Ankabuut : 2-3)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; Dengan pernyataan ini jelas bagi kita setiap orang yang menyatakan beriman pasti akan diuji. Ujian ini dalam berbagai bentuk, dan Allah Maha bijaksana memberikan ujian selaras dengan tingkat keimanan hambanya. Makin tinggi tinggi tingkat keimanan seseorang maka makin tinggi pula ujian yang akan diberikan Allah. Yang paling berat mendapat ujian dalah para nabi, Dalam sebuah hadits dijelaskan,” &lt;em&gt;Manusia yang paling berat cobaannya ialah para nabi, kemudian orang-orang sholeh kemudian manusia dibawahnya, lalu yang dibawahnya. Seseorang menerima cobaan selaras dengan agamanya. Jika agamanya kuat, maka ditambahkan cobaan untuknya.”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Ujian bagi orang beriman sepanjang masa dan berlaku umum adan 5 hal yang pasti ada disekitar kita bahkan kita sendiri pernah mengalaminya. Rasulullah saw pernah menjelaskan: &lt;em&gt;“Orang beriman berada pada lima hambatan:&lt;br /&gt;1.      Orang beriman yang mendengkinya,&lt;br /&gt;2.      Orang munafiq yang membencinya,&lt;br /&gt;3.      Orang kafir yang memeranginya,&lt;br /&gt;4.      Setan yang menyesatkannya, dan&lt;br /&gt;5.      Hawa nafsu yang memeranginya.” (HR. Abu Bakar bin La’al dari Anas ra).&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Hadits ini menunjukan rintangan yang bakal dihadapi bila kita menyatakan telah beriman. Apabila ia berhasil dalam melewati rintangan-rintangan tersebut selamatlah ia di dunia dan akhirat. Sebaliknya apabila gagal dalam menaklukan ujian  tersebut maka suramlah masa depannya baik di dunia apalagi di akhirat.&lt;br /&gt;Mari kita uraikan satu persatu bentuk ujian diatas :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.   Orang beriman tapi pendengki.&lt;/strong&gt; Rasa dengki merupakan sebuah penyakit yang dapat menjangkiti anak keturunan Adam. Baik ia orang yang beriman, apalagi orang munafiq dan kafir. Orang beriman dapat terserang penyakit dengki terhadap mukmin lainnya, biasanya dipicu oleh masalah duniawai yang sebenarnya sepele. Seperti popularitas, harga diri, kedudukan dan masalah lain yang hanya membuat hati menjadi kotor. Dalam hal ini Nabi saw bersabda: &lt;em&gt;“Dua ekor serigala yang lapar dilepas di kandang kambing tidak berakibat fatal, manakala di bandingkan dengan kerakusan terhadap harta dan dengki dalam diri seorang muslim. Sesungguhnya dengki benar-benar menelan kebaikan sebagaimana api melalap kayu bakar.” (HR. Tirmidzi).&lt;/em&gt; Rasa dengki memang dapat muncul dalam diri meskipin dia menyatakan orang beriman. Namun, selama ia bisa mengingat kemudian ia luruskan hati tersebut, maka tidaklah akan menimbulkan mudharat bagi orang lain. Jika ia berlarut-larut memelihara perasaan negatip  di  dadanya, kemudian timbul rencana yang keji untuk menjatuhkan saudara mukmin yang di benci Kemudian ia membuat gambaran negatif,  memfitnah, ghibah, menghalangi geraknya, dan mencaci maki. Semua itu akan berujung pada hilangnya sikap toleransi, gotong royong dan cinta terhadap sesama. Maka Nabi Muhammad saw mewanti-wanti pada umatnya: &lt;em&gt;“Cukuplah kejahatan manakala seorang menghina saudaranya sesama muslim. Setiap muslim terhadap muslim lainnya wajib memelihara darah, kehormatan, dan hartanya.”(Hr Bukhari  &amp;amp; Muslim)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;2.    Orang munafik yang membencinya. Ini merupakan sunnatullah bahwa orang munafik akan senantiasa mengobarkan kebencian kepada orang yang tidak sepaham dengannya, dan mereka yang konsisten dengan ajaran agamanya. Orang yang memiliki sifat seperti ini akan selalu mengadu domba saudara muslim, hanya untuk meninggikan atau mengais keharuman di atas penderitaan orang lain. Kita dapat melihat usaha-usaha orang munafik dalam melakukan makar dan menyebarkan fitnah kepada Aisyah ra, dikalangan kaum muslimin. Semua itu bertujuan untuk menjatuhkan martabat dan merusak nama baik Rasulullah saw. Di akhir peristiwa, Allah sendiri yang menjelaskan kedustaan orang munafiq dan menerangkan bahaya makar yang dibuat oleh orang  munafiq. Allah swt berfirman &lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar dikalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka adzab yang pedih di dunia dan akhirat. Dan Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.” (An-Nuur: 19).&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; Sekarang aksi mereka lebih beragam, dalam rangka memukul mundur orang beriman. Maka Nabi saw sekali-kali tidak pernah memberikan amanah kepada orang munafiq, bila hal itu berhubungan dengan hajat hidup kaum muslimin. Petunjuk diberikan Rasulullah Saw untuk mengidentifikasi apakah seseorang termasuk orang yang munafik atau tidak  : &lt;em&gt;“Empat perkara manakala seseorang memilikinya berati munafiq murni. Dan barang siapa yang memiliki salah satunya, berati memiliki ciri-ciri munafiq sampai dia melepaskannya. Empat per-kara itu; (1) apabila berkata dusta, (2) apabila berjanji ingkar, (3) apabila mengadakan perjanjian melanggar dan (4) apabila berbantah melampaui batas.” (HR. Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;3.   Orang kafir yang memerangi.&lt;/strong&gt; Orang kafir adalah mereka yang di luar Islam, sebagian besar mereka senantiasa membenci dan memerangi orang beriman. Mereka menciptakan kesan yang jelek pada Islam, sebagaiman pemuatan karikatur Nabi Muhammad saw yang berisi penghinaan dan penistaan terhadap Nabi Muhammad saw. Ini adalah sebuah bentuk kesengajaan, untuk memancing kemarahan dan menyakiti hati kaum muslimin. Bagaimana peperangan yang mereka gelar melalui perang budaya dan pemikiran (Ghazul fiker) sampai perang ekonomi dan militer (invasi). Sejarah telah mencatat ba-gaimana bentuk peperangan mereka, mulai dari masa Rasulullah saw, masa perang salib, masa Daulah Usmani (pemerintahan Islam terakhir) di Turki bahkan sampai sekarang. Kasus-kasus penghancuran sebuah pemerintahan Islam terakhir di Turki, penyerobotan tanah air bangsa Palestina, invasi ke Irak, penyerangan ke Afghanistan, Bosnia, Khasmir, Cechnya, kasus Maluku, Poso, semua adalah  wujud permusuhan orang kafir terhadap orang muslim.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4.  Godaan Syaitan Menyesatkan&lt;/strong&gt;. Kita ketahui bersama bahwa syaitan adalah musuh utama yang telah menyatakan gencatan senjata pertama kali di syurga. Namun sangat disayangkan banyak dari kaum muslimin malah menjadikan syaithan menjadi patner hidup dengan meminta bantuan lewat jasa dukun, tukang ramal dll. Mereka lupa atau menutup diri dari sebuah firman Allah yang menggambarkan bentuk permusuhan mereka (Iblis): “&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Iblis menjawab, “Beri tangguh saya sampai waktu dibangkitkan”. Allah berfirman, “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh”. Iblis menjawab, Karena engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (meng-halang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus.” (Qs. Al-A’raaf: 14-16).&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; Seorang alim berkata: Jalan Syaithan menyelinap kedalam hati manusia melalui sikap marah, keinginan (angan-angan), tergesa-gesa, dengki, bakhil, sombong, dan buruk sangka. Maka hendaknya orang beriman mewaspadainya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;5.   Hawa Nafsu yang selalu memerangi.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;  Nafsu adalah sesuatu yang cenderung mengarah kepada keburukan, kecuali nafsu yang telah diberi rahmat oleh Allah. Nafsu dalam diri adalah sesuatu yang lebih sulit untuk  dikendalikan,    maka  sudah menjadi kewajiban kaum muslimin untuk menjaga nafsunya agar selalu berada pada arah yang diridhoi Allah. Nafsu jika tidak terkendali akan merusak iman dan bahkan dapat menghilangkan iman yang telah ada. Rasulullah saw pernah menasehati seorang pemuda untuk mengendalikan nafsunya. Sebuah hadits Abdullah bin Mas'ud r.a: diriwayatkan dari Al-qamah r.a katanya: Aku pernah berjalan-jalan di Mina bersama Abdullah r.a. yang pernah mendengar disabdakan oleh Rasulullah saw kepada kami: &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Wahai golongan pemuda! Barangsiapa di antara kamu yang telah mempunyai kemampuan yaitu lahir dan batin untuk menikah, maka hendaklah dia menikah. Sesungguhnya pernikahan itu dapat menjaga pandangan mata dan menjaga kehormatan. Maka barangsiapa yang tidak berkemampuan, hendaklah dia berpuasa karena puasa itu dapat mengawal yaitu benteng nafsu.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Demikianlah 5 ujian yang hampir tiap hari menguji kita baik secara  lahir dan bathin. Jika anda dapat memahami kemudian dapat melaksanakan dan jangan lupa sampaikan kepada keluarga dan teman dekat.  Anda selamat, lingkungan kita selamat dan semuanya kita selamat.&lt;br /&gt;Berbahagialah kita semua. Wallahu ‘alamu बीShowab&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5568334694686342665-1140134630264083639?l=marwan-kultum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwan-kultum.blogspot.com/feeds/1140134630264083639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5568334694686342665&amp;postID=1140134630264083639&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5568334694686342665/posts/default/1140134630264083639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5568334694686342665/posts/default/1140134630264083639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwan-kultum.blogspot.com/2008/02/lima-ujian-keimanan.html' title='LIMA UJIAN KEIMANAN'/><author><name>MARWAN DS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02077927262076524313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_0rVbxkBYxCs/R6hiXw_3kHI/AAAAAAAAAA4/MRQCuPHqorg/S220/EDIT.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5568334694686342665.post-526670864209024516</id><published>2008-02-07T02:11:00.000-08:00</published><updated>2008-02-07T02:20:11.319-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='तेरुस bertawakal'/><title type='text'>TAWAKAL KEPADA ALLAH</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:100%;"&gt;Hampir setiap hari kita mendengar nasehat dari sahabat dan teman, bila ada orang yang mendapatkan mendapatkan musibah / bencana. Selalu dibisikan. “Ayo kuat-kuatkan iman, tawakal ya, ingat kepada Allah” Kalau nasehat ini disampaikan hati ini menjadi kuat dan sehat dan semangat timbul lagi. Nah, kali anda saya akan uraikan tentang tawakal kepada Allah dengan harapan anda perlu menyampaikan kepada isteri, anak-anak anda, teman atau jama’ah tempat anda shalat, meskipun tidak lebih dari sepuluh orang,  “cukup tujuh menit, biar sediki, asal paham”&lt;br /&gt;Terlebih dahulu jangan lupa sampaikan ! Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan ilmu sebagai sifat  kesempurnaan    yang paling tinggi. Aku  bersaksi tiada Tuhan yang patut disembah selain Allah, yang tiada sekutu bagi Nya dan aku bersaksi  Muhammad saw adalah hamba dan utusan Nya. Shalawat dan salam tercurah kepada junjungan kita Rasulullah  Saw, juga tercurahkan kepada keluarganya, dan para sahabatnya serta orang-orang yang mengikutinya.&lt;br /&gt;Saudaraku kaum muslimin yang dirahmati Allah.&lt;br /&gt;Mari kita merenung sejenak peristiwa  hari-hari  belakangan ini,   negara kita terus ditimpa dengan berbagai bencana seperti gempa bumi, gunung meletus, angin puting beliung, banjr, longsor, penyakit dan berbagai bencana yang susul menyusul. Bencana-bencana tersebut menimbulkan korban yang besar baik nyawa manusia serta harta benda dan berbagai duka nestapa seakan-akan tidak tersembuhkan.  Satu bencana belum dapat diatasi bencana lain muncul lagi, seakan-akan tidak habis-habisnya. Jika ada manusia yang kurang iman maka disinilah peluang setan membelokan keyakinan.&lt;br /&gt;Menghadapi bencana ini bagi orang beriman harus dapat mengambil sikap, di dalam Al Qur’an iman  dan  tawakal selalu disebutkan secara  berpasangan,  Allah Swt berfirman, &lt;em&gt;&lt;strong&gt;“......kami beriman kepada-Nya dan kepadaNyalah kami bertawakkal. (Qs Al Mulk : 29).&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; Artinya, bertawakal salah  satu tanda  bagi Muslim yang kuat dalam keimanannya. Dia meyakini setiap peristiwa adalah kehendak Allah  dan sekaligus memenuhi hak Tuhan nya, dan berupaya mengatasi kesulitan hidupnya dan  menyerahkan hasilnya sebagaimana yang dikehendaki Allah. Sebab Allah Swt lebih mengetahui kebaikan dan manfaatnya setiap peristiwa/ musibah yang ditimpakan.&lt;br /&gt;Tawakal kepada Allah berdampak luas  bagi kehidupan seorang Muslim. Ia akan senantiasa diliputi ketenangan, keamanan dan kelapangan. Terbebas dari dampak ke-hidupan sosial, seperti kegelisahan, ketergesaan. Alam pikirnya senantiasa tenang serta roman mukanya memancarkan kedamaian dan kebahagiaan. Dengan bersandar kepada Allah, ia memiliki  keyakinan bahwa Dialah yang mencegah segala bencana dan mara bahaya, karena dia menjadi Wakilnya. Allah Swt berfirman : &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Barangsiapa bertawakal kepada Allah, maka dia akan mencukupinya (Qs Ath Thalaaq: 3)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Kisah para nabi dapat menjadi pelajaran bagi kita bahwa dengan tawakal yang benar Allah akan menolongnya. Nabi Ibrahim ketika akan dibakar oleh kaumnya dia bertawakal kepada Allah dengan ikhlas dan menyebut Cukuplah  &lt;em&gt;&lt;strong&gt;bagi kami Allah sebaik-baik wakil,&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; kemudian api menjadi dingin dan ia selamat. Hal demikian juga dialami oleh nabi Muhammad Saw beserta orang-orang beriman  saat mereka menghadapi ancaman musuh, orang-orang musyrik dan menyebut. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Cukuplah  bagi kami Allah sebaik-baik wakil,&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; Peristiwa tersebut direkam dalam Al Qur’an, Allah Swt berfirman : (&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Yaitu) orang-orang yang menta’ati perintah Allah dan Rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam peperangan Uhud). Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan di antara mereka dan yang bertakwa ada pahala yang besar. Maka mereka kembali dengan ni`mat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah  mempunyai  ; karunia  yang  besar (Qs Ali Imran 173-174&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;Arti  bertawakal kepada  Alah yaitu senantiasa memohon pertolongan Nya atas  penguatan iman untuk mendapatkan kemenangan  dan kemuliaan. Dimana dia hanya menyerahkan diri serta memohon kepada Allah. Tidak memohon kepada selainnya dan hanya takut kepadaNya. Untuk pengawasan serta penjagaan dirinya, ia bersandar hanya kepada Allah Swt, sebab Dia Yang Maha Kuasa. Iapun menyandarkan keamanan serta  keselamatan hanya  kepada Nya. Bagaimanapun seseorang tidak akan mendapat musibah kecuali sudah ditetapkan Allah. Iapun tidak dapat menggapai suatu manfaat kecuali yang telah ditetapkanNya.&lt;br /&gt;Jika seorang mukmin yang bertawakal maka ketika musibah datang dia meyakini bahwa musibah adalah bagian dari takdir yang tidak dapat ditolak dan tak dapat digapai. &lt;em&gt;Rasulullah memberi tutunan tentang ketetapan Allah, beliau bersabda , “ Ingatlah Allah, maka engkau akan menemukan Dia di depanmu. Kenali Allah pada waktu suka, niscaya Dia akan mengenalimu pada waktu engkau dalam kesulitan. Dan ketahuilah bahwa  sesuatu yang terlepas darimu itu tidak akan pernah mengenaimu, dan sesuatu mengenaimu tidak akan terlepas darimu. Ketahuilah bahwa kemenangan itu bersama kesabaran dan bahwa kemudahan itu bersama kesulitan  dan kerumitan bersama kelapangan.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Tawakal bukan berarti diam tanpa usaha, tawakal sejati adalah jika seseorang melakukan upaya dengan penuh kesungguhan. Lantas menyerahkan semua perkaranya kepada Allah Swt. Dalam suatu kisah, seorang lelaki datang kepada Rasulullah Saw, dan hendak membiarkan untanya di depan pintu masjid tanpa mengikatnya, lantas bertanya, Wahai Rasulullah, apakah saya mesti mengikatnya lantas bertawakal ataukah membiarkannya dan bertawakal. Nabi Saw menjawab, “Ikatlah unta itu lantas bertawakal. (HR Tarmidzi).&lt;br /&gt;Untuk keselamatan kita semua ikuti anjuran hadits ini. Dari Abu Darda, Nabi saw bersabda, ia berkata. Barangsiapa berkata setiap hari ketika memasuki waktu pagi dan  waktu sore : &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Hasbiyallahu la ilahaa illa huwa alaihi tawakkaltu wa huwa rabbul ‘arsyil adzhiim.&lt;/strong&gt; (Cukuplah Allah bagiku, tiada Tuhan selain Dia. Hanya kepadaNya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki arasy yang Agung). 7 X Allah akan mencukupinya dalam hal-hal yang menyulitkan baik urusan dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Jika anda seorang muslim inilah sikap anda hari ini dan esok.Tawakal adalah sikap hidup muslim yang mempunyai dampak positip dalam kehidupannya sehari-hari ia tidak pernah takut dan gentar menghadap situasi apapun dan dimananpun.&lt;br /&gt;Itulah anda dan saya .&lt;br /&gt;Semoga Allah selalu memberi kekuatan iman untuk menghadapi segala macam tantangan kehidupan&lt;br /&gt;Wallahu alam bis shawab. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5568334694686342665-526670864209024516?l=marwan-kultum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwan-kultum.blogspot.com/feeds/526670864209024516/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5568334694686342665&amp;postID=526670864209024516&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5568334694686342665/posts/default/526670864209024516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5568334694686342665/posts/default/526670864209024516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwan-kultum.blogspot.com/2008/02/tawakal-kepada-allah.html' title='TAWAKAL KEPADA ALLAH'/><author><name>MARWAN DS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02077927262076524313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_0rVbxkBYxCs/R6hiXw_3kHI/AAAAAAAAAA4/MRQCuPHqorg/S220/EDIT.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5568334694686342665.post-2745215072074791754</id><published>2008-02-02T15:38:00.000-08:00</published><updated>2008-02-02T16:05:56.641-08:00</updated><title type='text'>MENTAUHIDKAN ALLAH, JAUHI SYIRIK</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:130%;"&gt;Saudaraku kaum muslimin yang sangat kucintai !&lt;br /&gt;Kali ini saya mengajak untuk menyimak dengan seksama tentang keadaan disekitar kita, mulai dari diri sendiri, keluarga dan tetangga tentang pemahaman keesaan Tuhan menurut faham Islam. Setelah kita menyimak keadaan sambil berpikir kemudian kita harus berani mengatakan bahwa  ajaran pokok Islam tentang pengakuan kepada Allah yang selalu dikotori dengan perbuatan dan keyakinan lain. Kalau saudaraku sependapat dengan kesimpulan ini maka ini wajib disampaikan  dengan cara apapun tetapi tetap dalam koridor yang diridhai Allah. Jika saudaraku masih memegang teguh pada keIslaman maka pada tempatnya kita selalu bersyukur dan memuji kepadanya, seraya menyatakan &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Segala puji hanya untuk Engkau, karena Engkaulah Yang Esa, tempat kami meminta, Engkau tidak  beranak dan tidak diperanakan, dan tidak sesuatu apapun yang menyerupai Engkau. &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; Tak lupa harus kita sampaikan salam dan shalawat kepada pimpinan terbesar nabi Muhammad Saw, beserta keluarga, sahabat dan para pengikutnya&lt;br /&gt;Menyekutukan Allah dinyatakan didalam Alquran sebagai dosa terbesar, sehingga orang yang meninggal dalam keadaan musyrik maka dia tidak akan mendapat ampunan dari Allah Swt dan tempat orang itu   adalah di neraka jahanam serta diharamkan masuk   surga.   Allah Swt berfirman,”   &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, dan  tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (Qs Al Maidah : 72)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Al Qur’an menilai syirik sebagai sikap aniaya (dzulmun), ialah suatu sikap seseorang meletakan sesuatu tidak pada tempat yang sebenarnya, mengapa demikian? Karena Allah itu Maha Esa (wahdaniyah) sehingga apabila dipercayai mempunyai sekutu dalam Keesaan Nya berarti meletakan Keesaan Allah tidak pada tempatnya yang sebenarnya, atau meyakini bahwa makhluk Allah memiliki kelebihan kekuatan yang melebihi kekuatan / kelebihan yang diberikan Allah kepada makhluk itu. Misalnya meyakini bahwa seseorang dapat menjadi perantara antara Allah dan manusia, pada  hal Allah mengajarkan bahwa jarak antara manusia dengan Tuhan sangat dekat. Begitu pula keyakinan bahwa makhluk-makhluk halus mempunyai pengaruh terhadap keselamatan dan kesengsaraan manusia, pada hal Allah mengajarkan bahwa tidak  sesuatupun yang dapat menimpakan bahaya kepada seseorang kecuali atas ketentuan Allah juga.&lt;br /&gt;Bentuk syirik banyak sekali macamnya misalnya keyakinan polytheisme, Trimurti, Trinitas, penyembahan benda-benda alam, penyembahan berhala, penyembahan kepada arwah-arwah leluhur dengan maksud tabarruk (minta berkah) dengan keyakinan bahwa orang yang meninggal itu masih aktif berperan bagi kehidupannya bahkan memberi syafa’at (pertolongan). Oleh karena itu berziarah kubur dengan niat serta tujuan seperti itu dilarang  oleh Rasulullah Saw. Sebagaimana hadits riwayat Imam Malik dalam Kitab al Muwatha, menjelaskan bahwa Rasulullah berdoa :” &lt;em&gt;Ya Allah, janganlah kuburanku menjadi berhala yang disembah ! Allah sangat sangat murka terhadap suatu kaum yang memperlakukan kubur para nabi mereka sebagai tempat sujud&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Apabila seorang meyakini bahwa selain Allah dapat mengetahui hal-hal ghaib yang akan terjadi di belakang hari misalkan dalam dunia perdukunan itu juga termasuk syirik rububiyah. Nabi Muhammad Saw memperingatkan : “ &lt;em&gt;Barangsiapa kepada tukang ramal, lalu menayakan sesuatu lalu dia mempercayainya maka tidak akan diterima shalatnya selama 40 hari (Hr Muslim dari Shafiah binti Ubaid dari sebagian isteri-isteri nabi)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Rasulullah Saw  didalam berbagai hadits dengan berbagai ungkapan selalu memperingatkan  umatnya  tentang    bahaya   syirik diantaranya  dari Abu Hurairah mengatakan, bahwa &lt;em&gt;Rasulullah Saw bersabda, “ Jauhilah tujuh perkara perusak”. Mereka bertanya, “Apakah itu ya Rasulullah   beliau bersabda : (1) Syirik kepada Allah, (2) sihir,  (3) membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan haq, (4) makan riba, (5) makan harta anak yatim, (6) meninggalkan barisan tempur dalam peperangan dan (7) menuduh berzina terhadap wanita yang   bersuami lagi beriman yang tidak tahu menahu.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Bagi seorang muslim,  Allah adalah segala-galanya didalam kehidupan dan satu-satunya tempat tujuan untuk memperoleh keridhaan. Pernyataan pengakuan setiap hari yang didesahkan oleh setiap muslim dengan ucapan   “&lt;strong&gt;La ilaha illallah“  (Tiada Tuhan selain Allah&lt;/strong&gt;) merupakan harga mati atas keyakinan  untuk menuju keridhaan Allah. Makna dari pernyataan diatas sangat luas dan harus dipahami oleh setiap pribadi muslim, jika tidak  maka ia akan terperosok kepada perbuatan syirik. Terdapat beberapa contoh syirik yang sering terjadi di dalam masyarakat seperti :&lt;br /&gt;1.      Bertawasul   kepada ruh para wali/ulama.  Bertawasul maksudnya berdoa  kepada Allah dengan memakai wasilah (perantara). Islam mengajarkan, bahwa semua manusia memiliki derajat yang sama kecuali tingkat ketaqwaanya kepada Allah sehingga jauh-jauh Islam melarang keras dan menutup pintu rapat-rapat segala wasilah yang mengarahkan manusia memuja dan menyembah sesamanya. Segala permohonan dan pertolongan dalam perkara-perkara yang diluar batas pemilikan dan kemampuan manusia, hanya boleh dipanjatkan kehadirat Allah saja, dan tidak kepada apa dan siapapun, lebih-lebih kepada mereka yang telah bersemayam dialam Barzah.&lt;br /&gt;2.      Mempercayai dukun / tukang tenung. Islam mengajarkan dan melarang untuk mendatangi dukun /tukang tenung dengan maksud untuk meminta sesuatu, menanyakan sesuatu hal ghaib yang hanya dalam kompetensi Allah saja hak pengetahuannya, seperti menanyakan tentang masa depannya, langkahnya, jodohnya,  nomor toto yang akan keluar dan lain sebagainya. Orang itu sesungguhnya masuk golongan orang-orang yang mensyarikatkan Allah&lt;br /&gt;3.      Memakai azimat.    Rasulullah Saw bersabda : “ &lt;em&gt;Sesungguhnya menggantungkan sesuatu sebagai penolak penyakit dan azimat sebagai penolak bahaya dan memasukan sesuatu kedalam tubuh wanita untuk menarik kecintaan suami adalah syirik ( HR Ibnu Hibban dan Al Hakim dari Abdullah bin Mas’ud)   &lt;/em&gt;Berdasarkan  hadits ini, maka jelaslah memakai azimat hukumnya syirik.  Bila orang tersebut mati dalam keadaan memakai azimat, maka ia tidak akan selamat selamanya, yakni tidak akan lepas dari azab neraka, bahkan kekal di dalamnya.&lt;br /&gt;4.      Memberikan sesaji. Berbagai upacara memberikan sesaji telah menjadi budaya dikalangan sebagian besar umat Islam tanpa disadari bahwa perbuatan tersebut  hukumnya syirik. Seperti upacara yang dilingkungan nelayan atau petani dengan memberikan sesajian /sajen untuk menolak bala dan mendapatkan rezeki yang  dimohonkan kepada makhluk lain bukan hanya kepada Allah Swt. Ketahuilah,  sesungguhnya kepercayaan tersebut sama halnya dengan kepercayaan orang primitif yaitu manusia yang belum mendapatkan ajaran tauhid. Kepercayaan seperti ini termasuk yang dikatagorikan “mensyarikatkan Allah Yang Maha Esa “, artinya mereka mempunyai kepercayaan kepada makhluk lain dan menjadikannya sebagai Tuhan yang kedua. Bagi seorang muslim yang memiliki tauhid yang murni, mereka tidak mau menyerahkan dirinya menjadi hamba setan  mereka berpedoman kepada Alquran : &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.(Qs Al Hadiid  :22)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Empat contoh diatas adalah perbuatan syirik yang sangat dimurkai Allah, banyak lagi perilaku syirik yang tanpa disadari oleh umat   Muslim   dilakukan    dalam  kehidupan sehari-hari. Perbuatan syirik yang lain seperti mengagungkan sesama makhluk, mem-percayai ilmu perbintangan, bersumpah bukan dengan nama Allah dan berbagai tradisi-tradisi yang bertentangan dengan ajaran Islam.  Hal ini dapat terjadi karena  kurangnya pengetahuan  tentang  “Tauhid” dan kesadaran beragama dan mengamalkan agama yang benar serta kuatnya pengaruh tradisi yang sebenarnya bertentangan dengan agama.  Oleh karena itu setiap muslim berkewajiban memeriksa dirinya dan keluarganya dari perbuatan syirik, baik secara langsung atau tidak langsung. Dan salah satu upaya yang sangat penting adalah saling ingatkan mengingatkan sesama muslim baik dalam hubungan pribadi maupun  maupun dalam berjamaah / majelis taklim.&lt;br /&gt;Saya meyakini yang membaca tulisan  ini tentu mempunyai lebih banyak referensi bahkan jauh lebih faham. Tetapi bagi yang akan tampil untuk memberikah kuliah tujuh menit tentunya sudah cukup. Sesuai dengan motto kita :&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Kuliah tujuh menit untuk orang awam, biar sedikit asal faham”&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Untuk memantapkan keimanan kita tutup dengan doa :&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ya Allah, cintakanlah aku kepada iman, dan hiasilah dia dalam hatiku, dan bencikanlah aku kedalam kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan serta jadikanlah aku dari golongan orang -orang yang mendapat petunjuk.  Amin ya Robbal alamin&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt; !&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Saya akan berbangga hati jika anda bersama saya dengan menyampaikan saran dan pendapat. &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Saya tunggu saran anda di e-mail &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="mailto:marwanpiliang@yahoo.com"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;marwanpiliang@yahoo.com&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;atau alamat surat&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;MARWAN DS&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Jl Tanjung No 206 B,&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Nalen, Sorosutan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Yogyakarta&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5568334694686342665-2745215072074791754?l=marwan-kultum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwan-kultum.blogspot.com/feeds/2745215072074791754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5568334694686342665&amp;postID=2745215072074791754&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5568334694686342665/posts/default/2745215072074791754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5568334694686342665/posts/default/2745215072074791754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwan-kultum.blogspot.com/2008/02/mentauhidkan-allah-jauhi-syirik.html' title='MENTAUHIDKAN ALLAH, JAUHI SYIRIK'/><author><name>MARWAN DS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02077927262076524313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_0rVbxkBYxCs/R6hiXw_3kHI/AAAAAAAAAA4/MRQCuPHqorg/S220/EDIT.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5568334694686342665.post-4568782418004589886</id><published>2008-01-30T16:14:00.000-08:00</published><updated>2008-01-30T16:26:08.292-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MENGINGATKAN'/><title type='text'>MENEPATI JANJI</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Saudaraku kaum Muslimin!&lt;br /&gt;Jika kita menyampaikan kuliah tujuh menit jangan lupa bersyukur kepada Allah Swt dan memujinya dengan kata yang paling baik dan dirasakan dalam hati yang dalam, ajak pendengar untuk bersungguh supaya hati tidak lalai. “&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Segala puji bagi Allah sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa,  Maha  Suci  Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; Dan jangan sekali-kali jangan lupa untuk menyampaikan  Semoga &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;shalawat dan salam  kepada nabi  Muhammad Saw, juga kepada seluruh keluarga, para sahabatnya  dan pengikutnya.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Judul kita pada kali ini adalah &lt;em&gt;&lt;strong&gt;“menepati janji”&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; karena setiap hari disadari atau disadari tiap hari kita tidak luput membuat janji  baik kepada Allah Swt dan janji kepada manusia. Dan jika ini dibahas tentunya memakan waktu sangat panjang dan jika ditulis maka seakan-akan tidak akan putus-putusnya. Waktu penyampaian kita hanya dalam kuliah tujuh menit inilah pokok bahasan kita.&lt;br /&gt;Sumpah / janji sangat melekat dalam kehidupan manusia baik dalam hubungannya dengan Allah maupun dengan manusia lain  Setiap manusia yang telah membuat janji akan akan diminta pertanggung jawaban, baik di dunia maupun diakhirat Allah Swt berfirman, “. . . . . .&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt; .    dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya. (Qs Al Israa’ : 34)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Orang  yang  selalu  menepati janji disebut “Al Amin”,  berarti orang tersebut mempunyai sifat setia, jujur dan terpercaya.  Setia terhadap janji merupakan dasar-dasar terpenting bagi pembentukan pribadi yang islami. Barangsiapa yang teguh dengan janjinya, dengan pernyataan sumpah, atau atas nama Allah, maka ia telah berjanji kepada Allah. Pengkhianatan terhadap janji merupakan pengkhianatan terhadap Tuhan yang telah memberi amanah kepadanya.&lt;br /&gt;Janji ada dua bagian. Yaitu janji terhadap Allah Swt dan janji terhadap manusia. Adapun janji terhadap Allah adalah melaksanakan syari’atnya serta  segala janji  yang  diucapkan seorang Muslim kepada Tuhannya. Adapun  janji  terhadap manusia adalah segala keharusan yang mesti dipenuhi di antara manusia dalam setiap muamalah. Meskipun janji kepada manusia tetapi  mengandung janji kepada Allah&lt;br /&gt;Memegang jabatan adalah memikul beban yang berat untuk memenuhi janji / sumpah yang diucapkan karena beratnya jabatan tersebut Rasulullah saw mengingatkan dalam suatu hadits  dari Abdurrahman bin Samurah r.a. dia berkata,  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Rasulullah saw bersabda, “ Wahai Abdurrahman bin Samurah ! Janganlah Engkau meminta jabatan (kekuasaan). Karena jika engkau diberi jabatan karena permintaanmu, akan menjadi lebih berat (tanggung jawabmu). Jika engkau diberi jabatan tanpa engkau pinta, engkau akan dibantu (menjadi lebih ringan) tanggung jawabmu. Apabila engkau ingin bersumpah dengan suatu sumpah, lihat dulu kebaikan  yang dapat diperoleh, sebaiknyalah jauihlah bersumpah, dan lakukan saja mana-mana engkau lihat lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Menepati janji di dalam tatanan kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat merupakan suatu kewajiban dalam rangka pencapaian  tujuan yaitu masyarakat yang adil, sejahtera lahir dan bathin. Setiap  pejabat negara yang telah mengucapkan sumpah / janji dengan mengatas namakan Allah maka wajib baginya untuk menepati janji yang telah diucapkan. Point demi point sumpah yang diucapkan dengan lantang menirukan pengambil sumpah dengan meletakan Al Qur’an diatas kepala, dan disaksikan para hadirin dan pasti juga disaksikan juga oleh Allah Swt.&lt;br /&gt;Tampaknya upacara pengambilan sumpah begitu sederhana tetapi mempunyai dampak yang luas. Bila para pejabat negara, para pedagang, dan seluruh lapisan masyarakat memegang janji dengan sungguh-sungguh maka sudah pastilah masyarakat akan memperoleh keadilan, kemakmuran, sejahtera lahir dan bathin. Sebaliknya, jika  sumpah / janji tidak dilaksanakan maka resikonya  sangat besar. Jika ada tindakan, perkataan atau perilaku yang tidak selaras atau bertentangan dengan sumpah itulah yang disebut pengkhinatan. Pengkhinatan terhadap janji akan merugikan orang banyak yang  akan berakibat, rakyat yang seharusnya diayomi tetapi kenyataanya didzalimi. Rakyat yang harusnya memperoleh kemakmuran tetapi yang muncul kesengsaraan. Uang negara yang harus dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat tetapi digunakan untuk kepentingan pribadi. Dan berbagai berbentuk pengkhinatan, yang muaranya kehancuran masyarakat bahkan kehancuran negara.&lt;br /&gt;Hal yang tampak aneh di masa kini, pengkhianatan  terhadap sumpah tampaknya menjadi biasa dengan berbagai dalih dan disamar dengan berbagai tindakan kesufian. Dzikir bersama, istighosah dilapangan dengan cucuran air mata, dengan istilah keren  “tobat nasional”. Tetapi ajaran Islam telah membuat garis tegas bahwa sikap inilah yang disebut munafik. Dalam suatu hadits dari Abdullah bin Umar dan Amr bin Ash ra, bahwa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Rasulullah saw bersabda, “ Ada empat hal, barangsiapa yang mempunyai keempatnya maka ia adalah orang munafik murni dan barangsiapa yang memiliki sebagian  darinya maka ia memiliki bagian kemunafikan sebelum ia meninggalkannya, Yaitu (1) apabila ia dipercaya ia berkhianat, (2) jika ia berbicara ia berdusta,  (3) jika berjanji ia engkar, dan (4) jika ia bermusuhan ia berbuat curang.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Begitu pentingnya kesetiaan terhadap janji dalam pembentukan masyarakat yang islami, Islam menjelaskan tentang apa yang bakal diterima oleh orang yang tidak setia  terhadap janjinya. Orang-orang yang menggadaikan janjinya dengan harga murah serta lebih memilih kehidupan dunia, maka ia merugi sedangkan yang menepati janji akan beruntung baik di dunia  maupun di akhirat. Allah Swt berfirman, “&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Dan janganlah kamu jadikan sumpah-sumpahmu sebagai alat penipu di antaramu, yang menyebabkan tergelincir kaki (mu) sesudah kokoh tegaknya, dan kamu rasakan kemelaratan (di dunia) karena kamu menghalangi (manusia) dari jalan Allah: dan bagimu azab yang besar. Dan janganlah kamu tukar perjanjianmu dengan Allah dengan harga yang sedikit (murah), sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.(Qs An Nahl 94-96)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Dengan demikian jelas bahwa, pribadi Muslim yang taat itu selalu menepati janji. Jika telah berjanji kepada manusia maka ia memegang teguh dan setia kepada janji  itu. Manakala ia melihat kerusakan dan pertentangan, iapun dengan antusias segera memperbaiki  serta mendamaikannya. Ia tak akan menarik dari suatu kesepakatan yang pernah disepakati, terlebih jika berkaitan dengan orang banyak.&lt;br /&gt;Akhirnya harus disadari bahwa kita semua baik pembicara maupun pendengar semuanya telah mengikat janji dan itu harus ditunaikan dengan penuh kesadaran dan penuh tanggung jawab Semoga kita selalu mendapat tuntunan dari Allah, termasuk golongan yang menepati janji&lt;br /&gt;Wallahu ‘alam bi shawwab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5568334694686342665-4568782418004589886?l=marwan-kultum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwan-kultum.blogspot.com/feeds/4568782418004589886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5568334694686342665&amp;postID=4568782418004589886&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5568334694686342665/posts/default/4568782418004589886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5568334694686342665/posts/default/4568782418004589886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwan-kultum.blogspot.com/2008/01/menepati-janji.html' title='MENEPATI JANJI'/><author><name>MARWAN DS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02077927262076524313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_0rVbxkBYxCs/R6hiXw_3kHI/AAAAAAAAAA4/MRQCuPHqorg/S220/EDIT.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5568334694686342665.post-8532650421957737418</id><published>2008-01-23T06:00:00.000-08:00</published><updated>2008-01-23T06:08:58.082-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='memeriksa diri'/><title type='text'>MENYAMBUT TAHUN BARU</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Teman ! Hari ini masih bulan Januari 2008, artinya kita masih dalam suasana tahun baru 2008. Maka sepantasnya kita selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus memujiNya dengan kalimat-kalimat yang indah.  ”Segala puji bagi hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam hanya kepadaMU kami  memanjatkan puji. KepadaMu kami berlindung dari  segala kejahatan makhluk ciptaanMU,  kejahatan dir sendiri, dan dari segala keburukan amal.   Dan tentunya tidak lengkap bila tidak menyampaikan shalawat dan salam semoga senatiasa tercurah kepada beliau nabi Muhammad Saw, keluarga, para sahabatnya dan termasuk para pengikutnya.&lt;br /&gt;Menghadapi tahun baru 2008 baiknya kita ikut serta menasehati saudara-saudara kita, tetangga atau teman dekat dan yang lebih penting lagi diri kita sendiri. Ada baiknya anda terus membaca tulisan singkat ini kemudian tularkan kepada teman tidak apa sedikit tetapi asal  faham apalagi dapat diamalkan.&lt;br /&gt;Jika kita perhatikan banyak cara orang menyongsong Tahun Baru 2008 ada yang melakukan pesta yang gemerlap dihotel yang serba wah, tempat pesta yang indah, makanan yang sedap diiringi dengan musik yang mengusik moral dengan dentaman kaki yang aduhai. Tetapi ada lagi sebagian berkumpul dilapangan luas dengan musik, kembang api, terompet, dan diiringi dengan sorak sorai yang membahana. Tetapi acara-acara seperti ini  tidak diikuti oleh seluruh masyarakat sebab sebagian besar masyarakat terus terpuruk dalam harkat kemanusiaan akibat  berbagai macam permasalahan kehidupan yang menerpa silih berganti.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan anda dalam menyambut tahub baru 2008? Bagi anda yang menyatakan muslim dan menampakan ketaatan anda tiap hari, atau anda yang  muslim tetapi biasa-biasa saja meskipun tidak menampakan ketaatan tetapi hatinya bukan main taatnya. Siapapun anda saya perlu mengingatkan meskipun tampaknya anda suci bahwa tahun baru adalah bagian dari mata rantai kehidupan yang dijalani sesuai dengan tuntunan tidak ada sesuatu yang  istimewa. Perjalanan waktu adalah sunatullah, ketentuan Allah yang pasti terjadi Bagi seorang muslim bukan perayaannya yang penting tetapi adalah momentum perubahan waktu diikuti dengan peningkatan takwa itulah yang lebih penting. Pada tempatnyalah momentum  ini dipergunakan untuk memeriksa diri sendiri, terutama yang berkaitan dengan pengabdian  kepada  Allah.   Hal ini telah diingatkan Allah &lt;em&gt;&lt;strong&gt;:“Hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya.” (Qs Al Hasyr : 18)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Maka momen tahun baru, memeriksa diri sendiri (bahasa kerennya instropeksi) merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan ketakwaan. Jika seorang muslim merasa dirinya telah beriman dan kemudian merasa dirinya lebih taqwa dari muslim lainnya. Atau barangkali merasa ketakwaannya sudah memberi cukup bekal untuk menghadap Allah di hari akhirat. Jika hal  ini telah terbersit didalam hati maka hal ini menujukan terjadinya suatu tingkat degradasi ketaqwaan. Allah Swt berfirman dalam Al Qur’an ,”&lt;em&gt;&lt;strong&gt; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa. (Qs An Najm : 3)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Telah menjadi suatu sifat bagi manusia bahwa, manusia itu lemah dan selalu berbuat kesalahan / kekeliruan, oleh karena itu memeriksa diri adalah menjadi penting bahkan keharusan. Tiap muslim harus berani menghitung dirinya sendiri sebelum dihitung oleh Allah Swt.  Bila kita ber’itikaf dimasjid maka sejumlah pertanyaan dapat disusun apakah kegiatan seharian kita sudah sesuai dengan tuntunan Allah. Apakah ibadah wajib yang kita lakukan setiap hari sudah dilakukan sebaik mungkin atau hanya sekedar memenuhi kewajiban. Dan tidak kalah pentingnya apakah rezeki yang kita peroleh dengan cara yang benar dan dibelanjakan dengan cara yang benar pula. Hal yang terberat adalah berani mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri  karena  diperlukan keberanian untuk jujur dan mengakui kesalahan.&lt;br /&gt;Salah satu sifat terpuji menurut agama mana pun adalah mau mengakui kesalahan sendiri yang terlanjur dilakukan. Orang bijak berkata : “ Orang berakal itu adalah bukannya yang pandai mencari-cari akal untuk membenarkan kejelekannya setelah ia terjatuh di dalamnya, tetapi orang yang berakal itu adalah orang yang pandai menggunakan akalnya untuk mengakali  kejelekan agar dirinya tidak terjatuh kedalamnya.”&lt;br /&gt;Untuk memantapkan perenungan mari kita renungkan sabda Rasulullah Saw &lt;em&gt;Pada hari kiamat nanti, tidak dapat bergeser kaki seseorang sehingga ia ditanya mengenai empat perkara :&lt;br /&gt;Ø      Tentang umurnya, dalam hal apa ia habiskan.&lt;br /&gt;Ø      Tentang masa mudanya, untuk apa ia gunakan.&lt;br /&gt;Ø      Tentang hartanya, dari mana ia dapatkan dan kemana ia belanjakan.&lt;br /&gt;Ø      Tentang ilmunya, sejauh mana ia amalkan.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Menghadapi tahun baru 2008 memeriksa diri dengan berbagai perenungan artinya kita berupaya memperbarui iman. Perjalanan  kehidupan yang penuh dinamika mengakibatkan setiap hari manusia  selalu bergumul antara kebaikan dan kemaksiatan baik disadari atau tidak.  Bila kemaksiatan yang mendominasi maka kehidupan ibarat sebagai kain yang rusak. Sebuah riwayat menyebutkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, Iman itu akan rusak sebagaimana kain menjadi rusak. Untuk itu berdoalah kepada Allah agar Dia selalu memperbahrui imanmu.  Maksud menjadi rusak adalah karena perbuatan dosa, kekuatan iman atau nur iman menjadi lemah. Berkenaan dengan hal ini, sebuah hadits menyatakan bahwa apabila seseorang berbuat dosa, di hatinya akan muncul noda hitam dan kemudian melekat di hati mereka. Jika ia bertaubat dengan sungguh-sungguh, noda tersebut akan hilang. Jika ia melakukan dosa untuk kedua kalinya, noda hitam yang kedua pun akan melekat dihatinya. Jika dosa itu dilakukan secara terus menerus hatinya akan menjadi hitam pekat seperti karat, sebagaimana firman Allah Swt. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (Qs Al A’Raaf:100)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Rasululah Saw memberi tuntunan untuk memperbaharui iman dalam sebuah hadits. dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah Saw bersabda “ &lt;em&gt;Perbaharuilah imanmu ’Para sahabat bertanya,” ya Rasulullah bagaimanakah caranya memperbaharui iman kami? jawab beliau saw. Hendaklah kalian memperbanyak ucapan &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Laa ilaha illallah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; “&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Demikian cara kita menghadapi tahun baru 2008 selalu berusaha memeriksa diri sendiri dalam menatap hari esok yang lebih baik lagi. Dan akkhirnya kita berdoa “&lt;em&gt;Ya, Allah jadikan awal tahun ini  kami selalu meningkatkan iman dan takwa kepada MU, untuk keselamatan kami baik di dunia dan di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Amin ya Robbal  alamin&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5568334694686342665-8532650421957737418?l=marwan-kultum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwan-kultum.blogspot.com/feeds/8532650421957737418/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5568334694686342665&amp;postID=8532650421957737418&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5568334694686342665/posts/default/8532650421957737418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5568334694686342665/posts/default/8532650421957737418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwan-kultum.blogspot.com/2008/01/menyambut-tahun-baru.html' title='MENYAMBUT TAHUN BARU'/><author><name>MARWAN DS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02077927262076524313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_0rVbxkBYxCs/R6hiXw_3kHI/AAAAAAAAAA4/MRQCuPHqorg/S220/EDIT.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5568334694686342665.post-659492389793505605</id><published>2008-01-18T23:54:00.000-08:00</published><updated>2008-01-19T00:00:52.791-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CINTAKU PADA MU WAHAI TUHAN'/><title type='text'>CINTA KEPADA ALLAH</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda - tanda kebesaran-Nya, maka kamu akan mengetahuinya. Dan Tuhanmu tiada lalai dari apa yang kamu kerjakan. Semoga shalawat dan salam kepada nabi Muhammad Saw, juga kepada seluruh keluarga, para sahabatnya dan pengikutnya.&lt;br /&gt;Tidak kurang 30 ungkapan tentang cinta disampaikan oleh Ibnu Qoyyim Al Jauziyah, dalam bukunya Madarijus Salikin, antara lain :&lt;br /&gt;§ Orang yang mencintai lupa bagiannya karena sang kekasih dan dia lupa kebutuhan dirinya.&lt;br /&gt;§ Yang disebut cinta ialah seluruh apa yang ada pada dirimu disibukan oleh kekasih.&lt;br /&gt;§ Cinta adalah perjalanan hati menuju sang kekasih dan lisan menyebut namanya. Tidak dapat diragukan lagi bahwa siapa yang mencintai sesuatu tentu dia akan menyebutnya.&lt;br /&gt;Ungkapan tersebut pantas untuk kita renungkan seberapa besar cinta kepada Allah. Sebagai tolok ukur berapa besar cinta kepada Allah, kita pedomani firman Nya &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. (Qs Ali Imran : 165).&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; Menafsiri ayat tersebut Ibnu Qoyyim Al Jauziyah menerangkan, “ Allah mengabarkan bahwa siapa yang mencintai sesuatu apapun sebagaimana dia mencintai Allah, maka dia termasuk orang yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan, bahkan menjadikan menjadi sesembahan. Maka Ini termasuk syirik yang tidak diampuni Allah.&lt;br /&gt;Jika dia menyatakan sebagai orang beriman maka mereka sangat cinta kepada Allah. Orang-orang beriman lebih cinta kepada Allah, daripada orang musyrik terhadap tandingan selain Allah. Sebab cinta orang mukmin adalah cinta yang murni dan tulus, sementara cinta orang musyrik bisa lenyap dengan lenyapnya sesembahan tandingan.&lt;br /&gt;Banyak firman Allah Swt berkaitan dengan cinta, tetapi bila manusia berbicara tentang cinta ibarat lautan kehidupan yang tidak bertepi dengan cinta dia berjuang un-tuk hidup dan dengan cinta bersedia untuk mati. Allah Swt menyeru kepada para pecinta, Katakanlah, “&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku niscaya Allah mencintai kalian (Ali Imran 31)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. Ini disebut ayat cinta, berisi buah dan manfaatnya. Tanda cinta umat kepada Allah adalah mengikuti Rasul. Siapa yang tidak mengikuti Rasul, berarti tidak akan memetik buah cinta. Di dalam Ash Shahih dari Anas bin Malik r.a, dia berkata, “ Rasulullah Saw bersabda, &lt;em&gt;“Tiga perkara, siapa yang apabila tiga perkara ini ada padanya, maka dia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu : (1) Hendaklah Allah dan Rasulnya lebih dia cintai daripada (cintanya kepada) selain keduanya. (2) dia mencintai seseorang dan tidak mencintainya melainkan ka-rena Allah, dan (3) dia benci kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya dari kekufuran itu, sebagaimana dia benci dilemparkan keneraka.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Al Qur’an dan As Sunnah banyak ditebari pengabaran tentang orang-orang yang dicintai Allah, yaitu kalangan hamba-hambanya yang beriman, yang diikuti dengan pengabaran hal-hal yang dicintai Nya, berupa amal, perkataan dan akhlak mereka. Disana juga disebutkan hal-hal kebalikan (larangan-larangan) yang dibenci Allah, ber-ikut ancaman yang akan dirasakan.&lt;br /&gt;Begitu pentingnya masalah cinta, sehingga andaikata masalah cinta ini gugur, maka gugur pula seluruh iman dan kebaikan, karena cinta merupakan ruh semua kedu-dukan dan amal. Jika kedudukan atau amal tidak ada cinta, maka seperti jasad mati yang tidak memilki ruh. Penisbatan cinta kepada amal seperti penisbatan ikhlas dengan amal. Bahkan cinta ini merupakan hakikat ikhlas. Siapa yang tidak memiliki cinta kepada Allah, maka dianggap tidak berserah kepadaNya&lt;br /&gt;Derajat cinta&lt;br /&gt;Ibnu Qoyyim Al Jauziyah membagi 3 derajat manusia tentang cinta.&lt;br /&gt;1. Cinta yang memotong bisikan-bisikan, yang membuat pengabdian terasa nikmat. Dia tidak pernah merasa penat karena pengabdiannya itu. Orang yang mencintai juga lupa ter-hadap musibah yang menimpanya karena dia sudah mendapatkan kenikmatan cinta. Bahkan karena kekuatan cinta ini, dia tetap merasakan kenikmatan sekalipun musibah yang datang dari kekasihnya amat banyak.&lt;br /&gt;2. Cinta yang mendorong untuk mementingkan Allah daripada selain Nya, menggerakan lisan untuk menyebut namaNya, menggantungkan hati kepada kesaksian Nya. Derajat ini lebih tinggi dari dari derajat pertama, karena pertimbangan sebab dan tujuannya Artinya (1) cinta harus dikukuhkan (2) Mengetahui sifat-sifatnya (3) Tidak menyimpang dri nash Nya (4) Tidak membuat penyerupaan dengan Nya.&lt;br /&gt;3. Cinta pada derajat ketiga ini merupakan poros orang-orang yang berjalan kepada Allah, karena cinta ini bersih dari noda, kotoran dan cacat. Sedangkan selainnya adalah orang yang mengharapkan sesuatu dari kekasihnya Cinta ini disifati lisan, yang diseru akhlak dan diserukan akal. Sebab akal, fitrah, syariat dan pandangan semuanya mengajak untuk mencintai Allah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menumbuhkan cinta.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Banyak cara untuk menumbuhkan cinta kepada Allah, antara lain :&lt;br /&gt;1. Kepasrahan hati secara total dihadapan Allah.&lt;br /&gt;2. Membaca Al Qur’an dengan mendalami dan makna-maknanya.&lt;br /&gt;3. Bersama Allah pada saat Dia turun ke langit dunia, bermunajat kepadaNya, menghadap dengan segenap hati, memperhatikan adab-adab ubudiyah di hadapanNya, kemudian menutup dengan istighfar dan tobat.&lt;br /&gt;4. Taqarub kepada Allah dengan mengerjakan shalat-shalat nafilah setelah shalat fardhu, karena yang demikian itu dapat menghantarkan seseorang hamba ke derajat orang yang dicintai setelah dia memiliki cinta.&lt;br /&gt;5. Senatiasa mengingat dan menyebut asmaNya dalam keadaan bagaimanapun, baik dengan lisan dan hati, saat beramal dan di setiap keadaan. Cinta yang didapatkan tergantung dari dzikirnya ini.&lt;br /&gt;6. Berkumpul bersama orang-orang yang juga mencintai Nya secara tulus, memetik buah-buah segar dari perkataan mereka, sebagaimana memetik buah yang segar dari pohon. Tidak berkata kecuali jika yakin perkataannya mendatangkan mashalat, menambah baik keadaanmu dan memberi manfaat bagi orang lain.&lt;br /&gt;Wallahu ‘alamu bishowab&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5568334694686342665-659492389793505605?l=marwan-kultum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwan-kultum.blogspot.com/feeds/659492389793505605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5568334694686342665&amp;postID=659492389793505605&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5568334694686342665/posts/default/659492389793505605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5568334694686342665/posts/default/659492389793505605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwan-kultum.blogspot.com/2008/01/cinta-kepada-allah.html' title='CINTA KEPADA ALLAH'/><author><name>MARWAN DS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02077927262076524313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_0rVbxkBYxCs/R6hiXw_3kHI/AAAAAAAAAA4/MRQCuPHqorg/S220/EDIT.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5568334694686342665.post-2814774294563608551</id><published>2008-01-15T23:55:00.000-08:00</published><updated>2008-01-16T00:12:39.552-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MARI BERPIKIR'/><title type='text'>TAFAKKUR</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Segala puji hanyalah milik Allah yang telah menjadikan bagi kita semua yang diciptakannya sebagai subjek yang amat besar manfaatnya bagi pemikiran kita, sementara nikmatNya tiada hentinya terlimpahkan kepada kita. Semoga shalawat dan salam kepada nabi Muhammad Saw, juga kepada seluruh keluarga, sahabatnya dan pengikutnya.&lt;br /&gt;Sesungguhnya bertafakkur (berpikir) merupakan aktifitas kalbu yang besar, kunci cahaya, permulaan penglihatan, dan jaringan berbagai macam ilmu dan pemahaman. Kebanyakan manusia telah mengetahui keutamaannya, namun mereka tidak mengetahui hakekat dan buah-nya, dan memang sedikit sekali dari kalangan manusia yang mau menggunakan kemampuan daya pikir dan renungannya. Padahal sesungguhnya Allah Swt telah memerintahkan kepada manusia menggunakan akal dan pikiran untuk bertafakkur dan merenung dalam banyak bagian yang tak terhitung dari kitabNya.&lt;br /&gt;Mari kita renungkan, perkataan orang bijak, “manakala terdetak dalam hati niat hendak berpaling karena putus asa, serukanlah dalam hatimu keras-keras Bersabarlah! Bersabarlah! Selanjutnya kosentrasikan pikiranmu untuk merenungkan peng-hambaan dirimu kepadaNya dengan penuh kerendahan. Apabila engkau mencari suatu perkara dibalik pemikiranmu, maka perhatikanlah nikmat dan karunia Allah yang bertubi-tubi terlimpahkan kepadamu, dan perbaharuilah sebutan dan ucapan syukurmu setiap kali beroleh nikmat. Selanjutnya renungkanlah lautan takdir yang berlimpah kepada seluruh umat manusia ; &lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;ada yang diberi kebaikan dan ada yang diberi keburukan;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;ada yang diberi manfaat dan ada yang diberi mudharat;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;ada yang diberi kesulitan dan ada yang diberi kemudahan; &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;ada yang diberi keberuntungan dan ada yang diberi kerugian &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;ada yang diberi pertolongan dan ada yang dihancurkan; &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;ada yang disembunyikan dan ada yang ditenarkan; &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;ada yang diberi diberi iman dan ada yang diberi kekafiran,&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;ada yang diberi pengakuan dan ada yang diberi keingkaran. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika kita mau bertafakkur dengan keadaan kita pada hari ini dan berfikir positip tentunya kenikmatan yang tercurahkan kepada kita, sungguh terlalu banyak bahkan tidak dapat terhitung-hitung bagaimanapun canggihnya alat hitung modern untuk menghitungnya. Maka sudah sudah sepantasnya kita bersyukur kepada Allah Swt seraya memuji dengan mengucapkan “Segala puji untuk Allah seru sekalian alam”&lt;br /&gt;Allah Swt menuntun manusia supaya berfikir dengan perumpamaan-perumpamaan dan selalu menutup dengan kalimat&lt;br /&gt;· Demikian kami jelaskan tanda-tanda kekuasaan (kami) kepada orang-orang yang berfikir (QS Yunus : 24)&lt;br /&gt;· Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda–tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkannya (QS Ar Ra’d :3)&lt;br /&gt;· Dan kami turunkan kepadamu Al Qur’an agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka supaya mereka memikirkannya (Qs An Nahl :44)&lt;br /&gt;· Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk mamusia supaya mereka berpikir ( Qs Al Hasyr : 21)&lt;br /&gt;Jika kita memikirkan dan merenungkan kebesaran Tuhan dalam penciptaaanya salah satu makhluknya, yaitu manusia. Sesungguhnya dalam eksistensi manusia masih banyak hal yang belum diketahui sampai sekarang. Maka lebih lagi bila kita ingin mengetahui segala sesuatu yang diciptakannya di bumi Nya yaitu dipermukaanya, di sungai-sungainya, dan di gunungnya. Allah telah mempersiapkan bumi untuk dihuni. Untuk itu Dia menjadikannya terhampar, lalu menstabilkannya dengan gunung-gunug yang kokoh dan membuatkan di dalamnya sumber-sumber air, memancarkan banyak mata air, dan mengalirkan sungai-sungai serta menyimpan air di dalam dalam perut bumi.&lt;br /&gt;Begitu pentingnya tafakkur para sahabat dan para ulama mengingatkan lagi tentang tafakkur :&lt;br /&gt;· Ibnu Abbas ra mengatakan, “ Dua rakaat yang sedang-sedang saja disertai dngan tafakkur lebih baik daripada melakukan shalat sunnah malam hari tanpa menyertakan kalbu di dalamnya.&lt;br /&gt;· Umar bin ‘Abdul aziz mengatakan, “Mentafakkuri nikmat-nikmat Allah merupakan ibadah yang paling utama.&lt;br /&gt;· Al Hasan Al Bashri pernah berkirim surat kepada Umar bin Abdul Aziz, “ Ketahuilah bahwa bertafakkur akan mendorong pelakunya kepada kebaikan dan menggugahnya untuk mengamalkannya, sedang menyesali keburukan akan menorong pelakunya untuk meninggalkannya.&lt;br /&gt;· Muhammad bin Ka’b Al Qurazhi mengatakan,” Sesungguhnya jika aku membaca surat Az Zalzalah dan Al Qari’ah semalaman tanpa membaca yang lainnya, melainkan hanya mengulang-ulang keduanya disertai dengan mentafakkuri maknanya, lebih aku sukai dari pada membaca Al Qur’an hingga khatam semalaman tanpa merenungkan maknanya.&lt;br /&gt;· Wahb bin Munabbih mengatakan, “ Tidaklah sekali-kali seorang tenggelam dalam tafakurnya melainkan akan beroleh ilmu, dan tidaklah sekali-kali seorang beroleh ilmu, melainkan terdorong untuk mengamalkannya.&lt;br /&gt;Oleh karena itu kita seharusnya melestarikan tafakkur dan melakukan waktu yang cukup lama, karena sesungguhnya bertafakkur akan&lt;br /&gt;· menghantarkan meraih ridha Allah,&lt;br /&gt;· melapangkan dada,&lt;br /&gt;· menenangkan hati,&lt;br /&gt;· mewariskan rasa takut dan segan kepada Allah.&lt;br /&gt;· mewariskan ilmu dan hikmah.&lt;br /&gt;· dapat mempertajam penglihatan menghidupkan kalbu dan&lt;br /&gt;· dapat mengambil pelajaran dan peringatan dari perjalanan hidup orang-orang yang terdahulu.&lt;br /&gt;Inilah uraian singkat tentang tafakkur yang sangat luas dimaknai. Dan mari kita bermohon kepada Allah Swt semoga Dia menjadikan kita termasuk orang-orang yang selalu bertafakkur dan termasuk orang yang selau mendapat petunjuk&lt;br /&gt;Wallahu ‘alam bisshawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5568334694686342665-2814774294563608551?l=marwan-kultum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwan-kultum.blogspot.com/feeds/2814774294563608551/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5568334694686342665&amp;postID=2814774294563608551&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5568334694686342665/posts/default/2814774294563608551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5568334694686342665/posts/default/2814774294563608551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwan-kultum.blogspot.com/2008/01/tafakkur.html' title='TAFAKKUR'/><author><name>MARWAN DS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02077927262076524313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_0rVbxkBYxCs/R6hiXw_3kHI/AAAAAAAAAA4/MRQCuPHqorg/S220/EDIT.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5568334694686342665.post-64771378004501509</id><published>2008-01-13T23:12:00.000-08:00</published><updated>2008-01-13T23:23:26.822-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ANDAPUN BISA'/><title type='text'>ANDA PUN BISA JADI DA’I</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;Anda jangan berpikir kalau jadi Da’i harus bersurban, dapat berbahasa Arab dan berbagai persyaratan berlapis-lapis. Kalau semua syarat dipenuhi untuk saat ini alangkah sedikitnya da’i kita. Pada hal saat ini negara kita sangat membutuhkan da’i yang memberi pencerahan kepada masyaraka&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Anda hari ini pun bisa menjadi da’i, mengapa tidak .&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Jangan tunggu anda menjadi intelektual Islam&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Jangan tunggu anda menjadi idola masyarakat&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Jangan tunggu anda menjadi sufi&lt;br /&gt;Camkan Rasulullah Saw pernah bersabda : “&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Barangsiapa mengamalkan apa-apa yang ia ketahui, maka Allah akan mewariskan kepadanya ilmu yang belum diketahuinya, dan Allah akan menolong dia dalam amalannya sehingga ia mendapatkan sorga. Dan barangsiapa yang tidak mengamalkan ilmunya, maka ia akan tersesat oleh ilmunya itu dan Allah tidak menolong dia dalam amalannya, sehingga ia mendapatkan neraka.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Sabda Rasulullah cukup memberi motivasi ”amalkan dan sampaikan hal-hal yang diketahui”. Oleh karena itu saya sajikan untuk anda hari ini&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;”Kuliah tujuh menit bagi orang awam biar sedikit asal faham”&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Seandainya anda seorang dokter, tentara, polisi, jaksa, pensiunan ataupun pejabat RT / RW/ atau perangkat desa. Jika hari ini anda diminta untuk menyampakan tausyiah, kuliah tujuh menit ayo berdiri sampaikan apa yang anda ketahui. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Mungkin anda katakan&lt;br /&gt;Ø Jangan mencuri&lt;br /&gt;Ø Jangan menzalimi orang lain&lt;br /&gt;Ø Awas jangan membuang sampah sembarangan.&lt;br /&gt;Ø Bersihkan hati, jangan dengki&lt;br /&gt;Ø Ingat Tuhan ada disekitar kita, Dia Maha mendengar dan Maha Melihat&lt;br /&gt;Yang penting apa yang anda sampaikan dengan penuh ketulusan dan penuh keikhlasan, dan yang lebih penting lagi apa yang anda sampaikan sesuai dengan perilaku anda. Nah disinilah letak luar biasanya.&lt;br /&gt;Anda sukses dimata Tuhan dan sukses dimata manusia.&lt;br /&gt;Ikuti terus http: // marwan-kultum, blogspot .com.&lt;br /&gt;Saya akan bagi bahan kultum kepada anda.&lt;br /&gt;Ya Allah Tuhan yang Maha Cerdik ilhamkan kepada kami kecerdikan MU dan hidupkan kami menjadi orang yang cerdik&lt;br /&gt;Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan&lt;br /&gt;Ya Allah, Yang Maha Mengetahui. Ajarkan kepada kami apa yang kami tidak ketahui&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5568334694686342665-64771378004501509?l=marwan-kultum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwan-kultum.blogspot.com/feeds/64771378004501509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5568334694686342665&amp;postID=64771378004501509&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5568334694686342665/posts/default/64771378004501509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5568334694686342665/posts/default/64771378004501509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwan-kultum.blogspot.com/2008/01/anda-pun-bisa-jadi-dai.html' title='ANDA PUN BISA JADI DA’I'/><author><name>MARWAN DS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02077927262076524313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_0rVbxkBYxCs/R6hiXw_3kHI/AAAAAAAAAA4/MRQCuPHqorg/S220/EDIT.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5568334694686342665.post-1078692410303383859</id><published>2008-01-08T18:56:00.000-08:00</published><updated>2008-01-08T19:11:47.844-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='memperkokoh keimanan'/><title type='text'>KEIMANAN DAN PERSOALANNYA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                 &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PENGASIH&lt;br /&gt;                                                                           LAGI MAHA  PENYAYANG&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengamati  kehidupan masyarakat saat ini makin membingungkan. Betapa tidak, disatu sisi ketaatan umat tampaknya makin meningkat dimana-mana tempat ibadah tumbuh dan berkembang, majelis taklim semarak dengan penuh gaya dan glamour. Disisi lain kemaksiatan pun tidak berkurang bahkan tumbuh dengan subur mulai dari korupsi, pelacuran, pembohongan, perjudian, perampokan, pemakaian obat terlarang dan segala macam penyakit masyarakat  hampir-hampir tanpa satu kekuatan yang dapat membendungnya.&lt;br /&gt;      Mari kita mati keadaan disekitar kita&lt;br /&gt;1.      Korupsi bukan dilakukan oleh orang yang tidak beriman bahkan tampak sangat beriman karena dia  melakukan sholat secara teratur, berpuasa, berzakat, bersedekah bahkan naik haji berkali-kali. Dan bahkan lebih hebat lagi orang tersebut mampu memberikan pidato, dakwah pembicara handal baik  dalam seminar, majelis taklim dan berbagai dialog interaktif yang mampu menyelesaikan masalah umat  apapun bentuk permasalahannya.&lt;br /&gt;2.      Penyakit masyarakat  yang mewabah juga bukan dilakukan oleh orang yang tidak beriman bahkan dilakukan orang yang   tampak sangat taat.  Anak mama tersayang begitu patuh dirumah, papa yang penurut dirumah, mahasiswa yang jempolan dikampus. bahkan penegak hukum yang tampaknya tegas dan berwibawa. Apa boleh buat  anak tersayang terlibat geng, suami yang selingkuh dan mati diatas perut pelacur, mahasiswa pengedar narkotik dan penegak hukum yang melawan hukum.&lt;br /&gt;Pembaca yang arif. Keadaan ini harus menjadi  ‘itibar bagi kita khususnya kita yang menyandang orang beriman. Mungkin keadaan ini terjadi pada  tetangga kita dan kita melihat secara jelas dan terang benderang tetapi jika kita berani melihat  pada diri sendiri dalam perenungan masalahnya menjadi lain. Karena   mengharus-kan kita beristighfar  lebih banyak bahkan dengan tangisan.  Karena  memang wabah ini juga berjangkit pada diri dan keluarga kita meskipun tiap hari kita sholat ke Masjid tetapi secara tidak sadar iman kita telah penuh dengan noda.&lt;br /&gt;Timbul pertanyaaan, mengapa terjadi demikian. Inilah yang akan kita jawab !&lt;br /&gt;Allah telah mengingatkan kepada kita melalui firman-firmannya salah satu  adalah surat Al Ashr, bahwa iman dan amal saleh merupakan satu paket yang tidak terpisahkan.&lt;br /&gt;Terdapat  4 kemungkinan.&lt;br /&gt;¨      Beriman dilanjutkan  dengan amal saleh&lt;br /&gt;¨      Beriman tetapi tidak dilanjuti dengan beramal saleh&lt;br /&gt;¨      Tidak beriman tetapi melakukan amal saleh.&lt;br /&gt;¨      Tidak beriman dan tidak beramal saleh.&lt;br /&gt;Sebagai pedoman Rasulullah Saw bersabda :&lt;br /&gt;Al imanu ma’rifatu bil qalbi wa qaulu bil lisani wa amalu bil arkani : Iman ialah mengenal dengan hati diucapkan dengan lidah dan mengamalkan dengan jasad (anggota lahir)&lt;br /&gt;     Dengan hadis ini jelas bagi kita bahwa iman tidak terpisah dari amalan lahir maupun bathin walaupun hubungan keadaannya agak terpisah.  Yang satu diluar  dan yang lain ada didalam hati manusia. Iman ialah segala-galanya ketenangan, kekuatan, hiburan, kekayaan dan kelapangan dan semua apa yang diidam-idamkan manusia.  Lebih tegas lagi kita berani mengatakan iman adalah kehidupan. Sirnanya zaman kegemilangan Islam adalah berpuncak dari lenyapnya iman dari hati umat Islam. Hina dan lemahnya kita hari ini pun adalah karena tipisnya iman yang kita punyai, sehingga kita memilah-milah amalan perintah  Allah dan sunnah Rasul menurut tafsiran kita sendiri.&lt;br /&gt; Janji –janji Allah dalam  firmannya.&lt;br /&gt;Dan orang-orang yang beriman dan beramal soleh, mereka itu penghuni syurga, mereka kekal didalamnya (Q s Al Baqarah, 82)&lt;br /&gt;Maka barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, ia beriman, maka tidak ada pengingkaran terhadap amalannya itu dan sesungguhnya Kami menuliskan amalannya itu untuknya. Al Anbia 94&lt;br /&gt;kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun.(Qs Maryam 60)&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, bagi mereka surga-surga yang penuh keni`matan.(Qs Luqman 8)&lt;br /&gt;Selanjutnya Allah mengancam orang yang beriman tetapi tidak mentaati seperti yang diikrarkannya :&lt;br /&gt;Hai orang orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu lakukan. Amat besar kebencian disisi Allah  bila kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan. (Q s As Shaf, 2&amp;amp;3)&lt;br /&gt;Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan. (Qs Maryam 59)&lt;br /&gt;Pembaca yang budiman ! Terjawab sudah iman dan persoalan-nya didalam kehidupan kita baik sebagai individu dan masyarakat bahwa kepatuhan kita terhadap syari’at belum kaffah. Disatu sisi kita melaksanakan ibadat secara baik dan disisi lain amalan-amalan kita bertentangan syari’at oleh karena itu ancaman Allah menjadi kenyataan dalam kehidupan kita baik secara individu maupun sebagai bangsa. Bukankah setiap Sholat Juma’at ketika Khatib naik mimbar selalu mengumandangkan : “ Sidang Jum’at yang berbaha-gia marilah kita meningkatkan  taqwa kita dengan jalan  melak-sanakan semua perintah Nya dan menjauhi  semua larangan NYA. Tetapi peringatan tersebut menjadi bagian seromonial isi khutbah yang tidak bermakna karena setelah selesai sholat kemaksiatan berulang kembali para birokrat sibuk menandatangani kuitansi kosong, para pemborong tetap kebohongannya dan provokator tetap bekerja untuk memecah belah umat. Khutbah tidak memberikan perubahan apa-apa dan tidak berbekas sama sekali karena hati telah terbungkus oleh nafsu,  dan penyakit masyarakat terus merebak tidak memilih tempat dan waktu dan kepada  siapa saja.&lt;br /&gt;Menghadapi keadaan seperti ini  Syekh Abdul Qodir Jaelani wali Allah  telah memberi wejangan secara gamblang dan tegas  :&lt;br /&gt;Ø      Wahai penduduk negeri, sangat banyak sifat munafik terjadi padamu, sedikit sekali yang ikhlas dan banyak perkataan tanpa disertai amalan. Bicara tanpa amal adalah bagaikan rumah tanpa pintu, seperti  tabungan tanpa diisi, dan seperti pengakuan pribadi tanpa bukti. Berbicara tanpa amal adalah bagaikan tanpa ruh, dan gambar tanpa ruh, hanyalah patung yang tak punya tangan, kaki dan kekuatan. Besar amalmu semisal raga tanpa nyawa, dan nyawa itulah gambaran ikhlas, gambaran tauhid dan ketegaran menekuni ki-tab Allah disamping sunnah Rasul Nya. Janganlah  kamu melupakan perintah dan larangan Nya, pa-tuhilah kepastian Allah  Azza wa Jalla.&lt;br /&gt;Ø      Wahai hamba Allah,  kerjakanlah perintah Allah, dan hentikan perbuatan terlarang. Bersabarlah kamu menerima ujian dengan memperbanyak amalan sunah, maka kamu disebut orang sadar yang beramal untuk mencari, taufik Allah Azza wa Jalla. Rendahkanlah dirimu di hadapan Nya. Hentikan maksiat dari jalur lahir dan membecinya melalui jalur bathin. Peganglah taufik Nya, benci dan maksiat jauhkan dari Nya. Dan bersabarlah kamu atas ketentuan Nya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;     Semoga kita tetap teguh dalam Keimanan&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5568334694686342665-1078692410303383859?l=marwan-kultum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marwan-kultum.blogspot.com/feeds/1078692410303383859/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5568334694686342665&amp;postID=1078692410303383859&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5568334694686342665/posts/default/1078692410303383859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5568334694686342665/posts/default/1078692410303383859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marwan-kultum.blogspot.com/2008/01/keimanan-dan-persoalannya.html' title='KEIMANAN DAN PERSOALANNYA'/><author><name>MARWAN DS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02077927262076524313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_0rVbxkBYxCs/R6hiXw_3kHI/AAAAAAAAAA4/MRQCuPHqorg/S220/EDIT.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
